Klarifikasi dan Bantahan  Bong Cin Nen dan Li Nyuk Chai dalam kasus Perselingkuhan Mereka

"Kejanggalan bantahan pasangan selebiliti dadakan Singkawang"
12 April 2011
Bong Cin Nen
Bong Cin Nen

Komentar:

Beberapa hari ini masyarakat kota Singkawang sedang menyaksikan sebuah drama yang dipentaskan oleh  wakil ketua DPRD Singkawang, Bong Cin Nen dengan seorang ibu rumahtangga, Li Nyuk Chai yang diselingkuhi. Kedua selebriti perselingkuhan mengadakan klarifikasi melalui media cetak setelah mendapat tekanan dari banyak pihak. Marilah kita melihat lebih dekat apa yang telah dilakukan oleh mereka sebagai usaha untuk mengelabui masyarakat Singkawang melalui pernyataan bantahan mereka melalui media cetak, tepatnya pasangan selebiti dadakan ini sedang mengunakan jurus berkelit setelah bau busuk mereka tercium masyarakat.

 

Ada dua point penting dalam  pengakuan Achai(Acai). Pernyataan tersebut memberi indikasi  yang sangat menyakinkan kepada kita bahwa dia benar- benar berselingkuh dengan BCN. Point pertama, dia meminta maaf kepada keluarga BCN. ” Saya mohon maaf kepada keluarga BCN atas pemberitaan tersebut”, kata Achai.  Mengapa dia harus meminta maaf  kepada keluarga BCN terutama kepada nyonya BCN jika dia tidak berbuat kesalahan atau tidak terlibat dalam  perselingkuhan? Padahal  bukan dia yang mempublikasikan berita perselingkuhan mereka. Mengapa AChai ini harus meminta maaf ?  Hanya orang merasa bersalah perlu meminta maaf kepada korban atau orang yang disakiti.

 

Point kedua,  Achai mengakui bahwa ada beberapa kali  BCN mengunjunginya di rumah kontraknya. Jumlah beberapa kali kunjungan bukan point yang penting, yang jelas BCN “pernah” mengunjungi Achai.

Sesuai dengan  laporan Ajun, suami Achai kepada polisi bahwa BCN sering mengunjungi rumah kontraknya ketika dia tidak ada dirumah. Ini membuktikan bahwa laporan Ajun itu mengandung kebenaran ( bukan laporan berita bohong) hal ini juga sesuai dengan pengakuan Achai bahwa BCN “beberapa kali mengunjunginya” .

 

Masyarakat Singkawang sangat menyesalkan sikap Achai ,sedikitpun tidak menunjukkan  rasa penyesalan atas perbuatan amoralnya. Masyarakat Singkawang sangat membenci akan perbuatan bejatnya tersebut, tidak merasa berempati kepada Achui telah salah langkah dalam kehidupannya. Karena faktor ketidakharmonisan dalam kehidupan berumahtangga dan faktor ekonomi yang meyebabkan hal itu terjadi menurut pengakuan Achai. Kalau itu  yang dijadikan  alasan, kita sangat menyesalkan dan kecewa bahwa  sistem pembinaan sosial masyarakat kita tidak berfungsi. Kalau ketidakharmonisan dalam kehidupan berumahtangga seharusnya dia mencari bantuan dari badan  professional atau  organisasi kewanitaan seperti organisasi PKK , begitu juga masalah ekonomi. Kita sudah sering melihat Ibu Emma (Nyonya HK) mendapat berbagai penghargaan atas kesuksesan dalam penyuluhan program PKK. Nyatanya, masih banyak AChai-AChai di Singkawang yang perlu dibina, masih banyak PR yang harus dilakukan oleh Bu Emma. Melalui pembinaan PKK, ada kesempatan  untuk  belajar new skill tentang  home industries yang dapat  meningkatkan pendapatan rumah tangga terutama  bagi keluarga low income.

 

Dalam bantahan BCN di depan wartawan, dia menyangkal bahwa dia tidak membawa AChai jalan-jalan ke Pontianak. BCN juga mengatakan bahwa dia sangat sibuk dan padat tugas kedewanan. Untuk membuktikan kebenaran pernyataan BCN, reporter kami menghubungi kolega BCN sesama anggota DPRD Singkawang. Menurut beberapa kolega BCN dari fraksi Golkar mengatakan “ BCN lebih banyak bolos daripada datang ke kantor”. Ketika reporter kami mendesak meminta daftar absensi dari fraksi mereka, mereka menolak karena takut mendapat teguran dari atasannya.

BCN mengakui bahwa dia kenal betul dengan Ajun dan Achai. Kalau BCN tahu betul Achai adalah istri Ajun, mengapa dia sering mengunjungi Achai ketika Ajun tidak  berada di rumah?. Jelas ini menunjukan kunjungan BCN bukan berniat baik,, hukum agama manapun melarang kunjungan sorang laki-laki ke rumah seorang wanita yang bukan mukrimnya apalagi di saat suaminya tidak berada di rumah, minimal bisa mendatangkan fitnah apalagi Bong Cin Nen adalah anggota dewan terhormat, sarjono pendidikan, mantan guru, pengemar Cap Go Meh orang dekat Walikota Singkawang.

 

Reporter kami juga mengunjungi bekas tetangga Ajun dan BCN. Menurut informasi dari tetangga mereka bahwa hubungan perselingkuhan mereka sudah berlangsung lama dan sudah diketahui oleh tetangga mereka dan bukan rahasia lagi bagi mereka. BCN sebelum terpilih menjadi anggota dewan dia berprofesi sebagai “Tong Tu (pemain judi )”, tidak memiliki  pekerjaan tetap. kemudian sebagai guru part time dan terakhir terjun ke dunia politik yang dalam pemilu yang lalu sesumbar dirinya punya trik jitu sebagai anggota DPRD yang disebutnya sebagai “trik sukses dengan empat tangan” ( Baca Borneo Tribune ,18 mei 2009) suami AChai yakni A Jun yang menjadi team suksesnyapun tidak mengerti apa arti “trik empat tangan”. Hari ini masyarakat Singkawang baru sadar dengan politisi yang suka berkelit ini yaitu “Dua Tangan memeluk istrinya dan Dua tangan lainnya memeluk istri orang” 

Nyonya BCN sudah lama mencium perselingkuhan suaminya dengan Achai, tetapi demi karier suaminya dia bersabar. Ketika reporter kami mendesaknya apakah siap untuk berwawancara dengan CintaSingkawang dia mengatakan belum siap , hatinya masih sedih dan hancur.

 

Masyarakat Singkawang pesimis bahwa kasus perselingkuhan BCN  akan mendapat perhatian memadai oleh  pihak kepolisian Singkawang. Karena BCN sebagai peloby untuk mereka. BCN seperti salesman atau orang marketing bagi mereka, tanpa salesman tentu saja  tidak ada income.

Begitu juga partai Golkar, belum dapat berfungsi sebagai partai sesuai dengan tuntutan masyarakat dan  belum dapat  menampung aspirasi masyarakat Singkawang. Masih belum dapat memberikan contoh kepada masyarakat  Indonesia bahwa kota Singkawang berbeda dengan kota lain di Indonesia, yang salah tetap salah.” Bangunlah hai, biak-biak Singkawang , memberi contoh kepada bangsa ini!”, kata seorang kakek di Sekip lama.  Orang lain masih belum dapat mengangkat topi kepada kita sebagai biak Singkawang, mungkin kita perlu waktu lebih lama hal ini akan terjadi.

Dewan Kehormatan DPRD ? Mustahil kata sebagian masyarakat Singkawang karena sarat dengan kepentingan money politik di belakang layar.

 

 

CintaSingkawang,12 April 2011