|
Komentar:
Pada tanggal 7 Februari
rapat mendadak Panitia Cap Go Meh 2009
membahas masalah keamanan di ruang
Wakapolres.Rapat ini dipimpin oleh
Wakapolres Singkawang dihadiri kasat
intel,kasat lantas,kapolsek skw
barat,setda, Chin Miau Fuk,Bong Cin
Nen,Budiman,Bong Li Thiam,Iwan
Gunawan.Pak Bong Wui Khong diminta
hadir,mendapat panggilan via hp oleh
kasat Intel Pak Ginting pada sekitar
jam 15:30 dan kemudian
Bapak Chai Ket Khiong
Menurut seorang perwira di Polres
Singkawang yang merupakan
narasumber kami mengatakan
sebelum rapat dimulai,
ada pertemuan yang
sangat rahasia antara Pak
wako,Pak Hasan Karman dengan Kapolres
Singkawang pada jam 1500
. Bapak
Bong Cin Nen sebagai Sekretaris Panitia
Harian Imlek dan Cap Go Meh 2009
memperjuangkan CGM 2009 hanya mendirikan
satu Altar. Sebagai anggota DPRD betapa
memalukan, Beliau tidak memperhatikan
kepentingan dan aspirasi
masyarakat yang ingin mendirikan
lebih dari satu altar demi kelancaran
ibadah CGM. Melalui media cetak
Bapak
Bong Cin Nen mengatakan biaya
operasi untuk pengamanan sebesar Rp200
juta,sedang didepan komunitas Tionghoa
Singkawang mengatakan biaya untuk
keamanan sebesar Rp.224 juta.Selisih
jumlah uang tersebut pantas
dipertanyakan oleh masyarakat.
Rapat berlangsung sangat
alot,tidak menghasilkan kesepatan antara
kubu satu altar dengan kubu 3 altar.
Ketika Wakapolres memasuki
keruang untuk memimpin rapat dan
langsung menegur pihak Panitia CGM
mengapa tidak menyetujui kesepakatan
yang telah dicapai. Pak Wakapolres
juga mengingatkan kepada pihak panitia
jika terus menjadi masalah jumlah
altar,nanti tidak ada turis yang mau
datang ke kota Singkawang untuk melihat
CGM. Sedangkan kasat lantas sampai menggebrak
meja untuk memaksa kemauan untuk
menerima satu altar akhirnya rapat itu mengalami
deadlock, tidak menghasilkan
kesepakatan. Melihat suasana rapat yang
penuh dengan emosi, Pak Bong Wui Khong
walkout. Ketika Pak Bong Wui Khong
mau meninggalkan ruang rapat, Pak
Chin Miau Fuk mendekati Pak Bong Wui
Khong memohon beliau jangan
meninggalkan ruang rapat.Kata Pak
Chin Miau Fuk:”Khong ko, jangan begitu
kalau ada persoalan kita bicarakan. Mari
kita bergabung dalam satu altar”.
Permohonan Pak Chin Miau Fuk ditolak
oleh Pak BWK. Karena, menurut pendapat
Pak BWK mereka(pencinta satu altar)ini
adalah orang-orang yang mengutamakan
kepentingan kelompoknya daripada
kepentingan umum(masyarakat)."Tentu saja,permintaan
mereka ini tidak akan saya layani"
jawabnya dari Pak BWK sangat tegas.Menurut informasi tidak
resmi ada pihak tertentu yang rekayasa
rapat ini.
Ketika Cinta sedang menulis
laporan ini,pada umat Tridharma
yang dipimpin oleh Pak Bong Wui
Khong sedang membangun altarnya
dilokasi depan Jong Ku Si. Begitu juga
pada umat MTI yang dipimpin oleh Pak
Chai Ket Khiong
membangun altarnya didepan toko Sinar
Sakti. Mereka berpatokan kesepakatan
pada rapat Muspida tempo hari. Selamat
CGM.
|