|
Hubungan antara “manusia dengan
kekuasaan” sering diumpamakan hubungan
antara“anjing dengan darah manusia”.
Jika seekor anjing menyerang dan
menggigit manusia. Banyak negara berlaku
peraturan hukuman mati untuk
anjing tersebut. Karena aksi dari anjing
tersebut berbahaya bagi
keselamatan masyarakat. Menurut instink
anjing, jika anjing tersebut sudah
mencicipi darah manusia dia akan
mengulangi perbuatannya, menggigit dan
melukai manusia jika ada kesempatan.
Mungkin darah manusia berpotensi
menyebabkan anjing menjadi kecanduan.
Dalam peradaban manusia membuktikan
manusia adalah makluk yang sangat haus
dengan kekuasaan, manusia mudah
tergoda atau kecanduan dengan kekuasaan.
Kalau ada incumbent mengatakan dirinya
tidak ingin berkuasa lagi atau tidak
ingin mencalonkan kembali dalam
pemilihan mendatang. Kita jangan cepat
percaya akan pernyataannya tersebut.
Kemungkinan dia sedang menganalisa
kemungkinan dukungan atau memprediksi
siapa-siapa yang akan menjadi lawannya
dengan perkataan lain test “pasaran”
atau dia berbohong kepada kita,
memberikan kesaksian yang tidak sesuai
dengan apa yang dia pikirkan. Pernyataan
semacam itu perlu kita waspadai supaya
kita tidak tertipu dengan kebohongannya.
Kekuasaan dan darah manusia dapat
menyebabkan makluk kecanduan kalau
mereka pernah mencicipinya, cuma kedua
pencandu tersebut berbeda makluk.Manusia
haus dengan kekuasaan, binatang haus
dengan darah.
Pada malam tanggal 14 Oktober 2009 yang
lalu, Pak Hasan Karman mengadakan
pertemuan dengan Permasis, acara
perkenalan dengan ketua baru Permasis
dan teamnya. Dalam sebuah percakapan
ringan ada beberapa anggota Permasis
bertanya kepada Beliau. Apakah enak
menjabat wako Singkawang?. Pak Hasan
Karman menjelaskan kepada mereka
bahwa menjabat wako seperti pada umumnya
pekerjaan ada bagian yang enak ada juga
bagian yang tidak enak. Yang tidak enak
yaitu jumlah jam tidurnya
berkurang, dan menerima komplain dari
masayarakat terutama dalam masalah
listrik, air. Tentu saja dengan suara
yang lembut, mimik wajah melankholis
memelas seperti meminta belas kasihan,
Pak Hasan Karman memberikan penjelasan
tentang bagian tidak enak menjabat wako
Singkawang. Pak Hasan Karman berbakat
humor dan drama, Beliau berusaha
mempengaruhi pada pendengarnya sehingga
mereka menimbulkan rasa simpati kepada
Beliau. Kemudian, Beliau menjelaskan
bagian yang enak menjabat wako
Singkawang. Kalau kemana saja
selalu dipanggil “Pak wako,Pak wako,Pak
wako”. Dengan malu-malu Beliau mengakui
Beliau selalu mendapat perhatian dari
CintaSingkawang, rasa terhibur dengan
perhatiannya . Kedua hal inilah membuat
Beliau betah menjabat wako.
Dalam pertemuan tersebut Pak Hasan
Karman menyatakan dirinya tidak akan
mencalonkan kembali pada pilkada (2012)
mendatang. Tentu saja ini suatu
pernyataan yang sangat bertentangan
dengan kenyataan dilapangan(Singkawang).
Beliau selalu menghimbau komunitas
kita memberi dukungan kepada
Beliau pada pilkada mendatang. Marilah
kita menganalisa strategi Pak
Hasan Karman dari
berbagai perspektif:
Pertama: Tersedia perahu.
Kemampuan partai PIB menguasai 4 kursi
di DPRD Singkawang, merupakan sebuah
jaminan perahu untuk menuju pencalonan
kembali pada pilkada mendatang. Memiliki
perahu sendiri banyak keuntungan, tidak
perlu bernegosiasi dengan partai lain
untuk memenuhi persyaratan pilkada,
hemat biaya.
Kedua: Memperbaiki Persahabatan di
Permasis.
Ada
orang melukiskan hubungan persahabatan
seperti cuaca, selalu berubah-ubah dari
waktu ke waktu.
Ada
juga yang melukiskan hubungan
persahabatan itu seperti tangan memegang
setangkai bunga mawar, bunganya indah
tetapi tangkainya berduri. Kalau tidak
hati-hati memegang akan melukai diri
sendiri.
Dulu sahabat intim, kini jadi orang
asing.Hal seperti itu bisa terjadi dalam
persahabatan.
Permasis boleh kehilangan Pak Hasan
Karman tetapi Pak Hasan Karman tidak
boleh kehilangan Permasis. Kehilangan
Permasis, seperti kehilangan kesempatan
untuk Beliau terpilih kembali. Karena
kehilangan Permasis akan kehilangan
dukungan finansial. Tanpa finansial yang
memadai akan sulit memenangkan pilkada.
Pergaulan di lingkungan di Permasis
bukan hal yang mudah, budaya kesenioran
berlaku disana. Mereka itu sebagai
pemegang saham mayoritas dapat mendikte
keinginan mereka, sewaktu-waktu mereka
dapat memutuskan bantuan jika tidak
memenuhi keinginan mereka. Selama ini
hubungan persahabatan antara Pak Hasan
Karman dengan lingkungan Permasis kurang
harmonis. Dalam hati Pak Hasan Karman
menyanyi lagu tagihan janji “Kau yang
memulai kau yang mengakhiri”kepada
mereka di Permasis. Pada saat memerlukan
bantuan, mereka tidak memberi. Ketika
Pak Hasan Karman mencalonkan diri
dalam pilkada, mereka berjanji akan
membantu Beliau membangun ini dan
itu di Singkawang. Dalam hal ini, pihak
Permasis memperlakukan Pak Hasan Karman
kurang adil, sebagian janji tokoh-tokoh
Permasis tidak pernah
direalisir
dan tidak konsisten terhadap komitmen
yang telah disepakati semula. Untuk
memperbaiki hubungan persahabatan perlu
dimulai sebuah dialog untuk
memperbincangkan perbedaan kedua belah
pihak.. Terutama masalah bagaimana cara
menyembah/sowan kepada para senior di
Permasis yang harus dilakukan oleh
Pak Hasan Karman agar permohonannya
proyek dikabulkan.
Ketiga:Perkembangan DPRD Singkawang.
Sesudah pemilihan legislatif yang lalu,
ada perubahan komposisi anggota DPRD
Singkawang. Kembali pada tokoh sudah
berpengalaman di bidang birokrasi akan
meramaikan suasana di gedung Dewan
Singkawang. Nanti, kita akan menemukan
banyak rancangan tidak lolos, sehingga
pembangunan
kota
akan terganggu.Tentu saja ini akan
memberikan tekanan politik terhadap
pemerintahan Pak Hasan Karman.
Keempat:Dukungan Masyarakat.
Apakah pemerintahan Pak Hasan Karman
akan mendapat dukungan masyarakat untuk
pemilihan kembali pada pilkada mendatang
sangat tergantung bagaimana kebijakan
pemerintahnya sekarang. Untuk menjual
sesuatu ke masyarakat, perlu ada
pendekatan melalui penyuluhan.Walaupun
sekarang dukungan masyarakat semakin
berkurang dibandingkan ketika Pak Hasan
Karman baru terpilih.Tetapi masih ada
kesempatan untuk memperbaiki keadaan
ini.
Kesimpulan: Menurut uraian diatas ada
empat faktor yang menentukan apakah Pak
Hasan Karman akan mencalonkan diri
kembali pada pilkada mendatang untuk
term kedua. Ada 3 faktor (1,2,4) sudah
Beliau kuasai, hanya ada 2 faktor yang
perlu diperbaiki. Untuk memperbaiki
hubungan dengan lingkungan Permasis
adalah masalahnya tidak terlalu rumit.
Seperti pada umumnya persahabatan
pada saat tertentu akan mengalami
kemunduran.Untuk memperbaiki hubungan
ini, perlu melalui suatu pendekatan
secara personal. Sering mengundang pada
senior di Permasis makan bersama di
Jakarta
adalah salah satu cara. Untuk menanam
goodwill di masyarakat, sering
mengunjungi masyarakat di pedesaan
mengadakan dialog dengan mereka. Dengan
demikian image Pak Hasan Karman akan
bertambah baik.
CintaSingkawang tidak menemukan bukti
yang dapat memberikan indikasi bahwa Pak
Hasan Karman tidak akan mencalonkan
kembali pada pilkada mendatang. Jika
sekarang Beliau mengatakan dia tidak
ingin mencalonkan kembali pada pilkada
mendatang itu adalah pernyataan
premature, terlalu dini. Karena dalam
waktu dua tahun mendatang banyak hal
yang dapat diperbaiki oleh Pak
Hasan Karman walaupun sekarang kita
melihat hal tersebut sebagai faktor yang
menganjal pencalonan kembali.
|