PENCALONAN HASAN
KARMAN HAMBATAN PROSES SOSIAL BUDAYA
oleh:Muhammad
Hasan |
·
Dewan Pimpinan Nasional
Partai Indonesia Baru (DPN Partai PIB), disadari
atau tidak disadari, telah melakukan dosa yang
sangat merugikan bagi proses pembangunan sosial
budaya. Di Kalimantan Barat, khususnya di Kota
Singkawang.
·
DPN
Partai PIB seharusnya arif bahwa
perubahan-perubahan peta dunia yang
mengakibatkan terpecah-belahnya suatu negara
menjadi negara-negara kecil, pada umumnya
dilatarbelakangi oleh gagalnya pembangunan
sosial budaya. Begitu juga persatuan dan
kesatuan suatu bangsa sehingga mampu menghadapi
bahaya dari dalam maupun dari luar, adalah
berbanding lurus dengan keberhasilan dalam
pembangunan sosial budaya (sosbud).
·
Sosial
budaya yang berunsur suku / etnis, agama dan ras
yang lazimnya disebut SARA, adalah faktor yang
sangat-sangat menentukan di segala bidang
kehidupan suatu bangsa baik di bidang politik,
ekonomi maupun pertahanan keamanan. Oleh karena
itulah pemerintah kita sejak berdirinya Negara
Kesatuan Republik Indonesia sampai saat ini
terus-menerus secara konsisten melaksanakan
pembangunan di bidang sosial budaya, meskipun
belum berhasil sebagaimana diharapkan. Gejolak
yang dilatarbelakangi sosial budaya masih
terjadi di banyak daerah, yang kalau kita lengah
dapat membahayakan NKRI yang berasaskan Bhinneka
Tunggal Ika.
·
Betul,
semua peraturan perundangan bersifat
diskriminatif tidak ada lagi dalam wilayah NKRI.
Betul, aparat hukum dan keamanan kita semakin
memadai. Betul, aparatur pemerintahan kita
semakin profesional. Tetapi kalau berhadapan
dengan gejolak SARA, semuanya tidak mampu
berfungsi. Undang-undang hanya tinggal tumpukan
kertas yang tidak bernyawa, aparat hukum dan
keamanan lari terbirit-birit. Untuk sekadar
memberikan contoh: peristiwa di Jakarta 13 Mei
1998.
·
Dengan
gambaran sekadarnya tersebut, maka DPN Partai
PIB yang dinahkodai Dr. Sjahrir dan isterinya,
sudah mengambil tindakan yang sangat-sangat
merugikan pembangunan sosial budaya dengan
mencalonkan Hasan Karman untuk menjadi Walikota
Singkawang. Seyogyanya DPN harus peka bahwa
pembangunan sosial budaya adalah proses panjang.
Kecuali kalau memang berjiwa avonturir!
Singkawang, Oktober 2007
Muhammad Hasan, BA.
(Pensiunan Aparat Sospol)
CintaSingkawang,03 Nopember 2007
|