|
Ketika acara
malam menjelang perayaan hari
Imlek 2559,pada tanggal 06 Februari 2008
di Singkawang.Perayaan Imlek tahun ini
sangat istimewa bagi warga Singkawang
khususnya bagi komunitas Tionghoa
Singkawang karena perayaan kali ini
dihadiri oleh
Menteri Negara
Pemberdayaan Perempuan Republik
Indonesia,Ibu Meuthia Hatta.
Bapak Sri Edi Swasono ,suami Ibu Meuthia
Hatta ikut dalam kunjungan ini.
Merupakan
kehormatan bagi warga Singkawang yang
merayakan Tahun baru Imlek 2008.Tetapi
acara perayaan tersebut pantas
disayangkan karena pidato ketua
panitia Pelaksana Imlek dan Cap Go
Meh 2008 yang dibawah standard.
Menurut penilaian masyarakat terhadap pidato
ketua Panitia Pelaksana Imlek dan Cap Go
Meh 2008,bapak Chin Miaw Fuk sangat
memalukan dengan memakai bahasa
Indonesia tidak formal dan
tidak memiliki etika berbahasa Indonesia
yang baik. Bapak Chin Miaw Fuk menyebut
menteri peranan wanita seharusnya
Menteri Negara
Pemberdayaan Perempuan,menyebut
“suami” Sri Edi Swasono tanpa
hormat. Pidatonya tidak menurut pratokol
yang berlaku,seharusnya memberi
perhatian pada pejabat yang paling
tinggi jabatannya kemudian dilanjutkan
dengan pejabat yang rendah
jabatannya,seperti menyebut menteri
dulu sebelum walikota. Tetapi bapak Chin
Miaw Fuk melakukan terbalik dikiranya
jabatan walikota paling tinggi daripada
menteri sehingga dia memberi
hormat kepada Pak Hasan Karman
mendahului Ibu Meuthia Hatta.
Warga Singkawang dipermalukan oleh
pidato ketua panitia pelaksana Imlek dan
Cap Go Meh 2008 itu.
Setelah
selesai pidato bapak Chin Miaw Fuk,Bapak
Hasan Karman sebagai orang nomor satu di
Singkawang “Terpaksa”meminta maaf kepada
Menteri dan rombongannya.Ini menandakan
betapa cerobohnya cara penyambutan yang
diberikan kepada para tamu kehormatan
kita.Permintaan maaf dari Bapak Walikota
Singkawang itu berindikasi bahwa bapak
Chin Miaw Fuk sebagai ketua
panitia Pelaksana Imlek dan Cap Go
Meh 2008 tidak berbobot.Perlu diingatkan
bapak Chin Miaw Fuk sebagai ketua
panitia karena hasil rekayasa oleh orang
no.1 di Permasis yang kemudian disetujui
Pak walikota.Seperti dikatakan oleh Pak
Herry Chung salah satu tokoh pengusaha
asal Singkawang:”Team Panitia tidak
memiliki SDM berkualitas”.
Dalam hati
Ibu Meuthia Hatta mungkin berkata “no
wonder” Pak Hasan Karman dipilih menjadi
walikota,setelah mendengar pidato bapak
Chin Miaw Fuk itu.Karena kemampuan bapak
Chin Miaw Fuk dijadikan takaran menilai
orang Tionghoa Singkawang.
....08
februari2008
|