|
Peristiwa paling
spektakuler yang
terjadi dalam minggu ini di Singkawang,
Polres Singkawang berhasil menangkap
buronan, sdr .Chi Djun Nam. Sebagai tersangka penganiayaan
terhadap Bapak Dr.Frans Tshai pada saat
menjelang Pilkada 2007 di Singkawang
yang lalu .Sdr.Chi Djun Nam
sempat menikmati udara bebas
selama tujuh bulan dalam pelariannya
sebagai orang DPO.Namun
demikian, akhirnya dia ditangkap oleh
polisi di rumahnya. Keberhasilan
Polisi menangkap tersangka kunci ini,
merupakan berita spektakuler bagi
masyarakat Singkawang.
Masyarakat memuji dan
salut kepada Kapolres Singkawang ,Bapak
Parimin Warsito SH bersama jajarannya
yang telah berhasil menangkap buronan tersebut.Pihak
aparat kepolisian telah menghabiskan
banyak waktu dalam
perencanaan,pengintaian sehingga
berhasil menangkap sdr .Chi Djun
Nam.Keberhasilan ini, memberikan
dampak positip terhadap kinerja aparat
kepolisian Singkawang.Menambah
kepercayaan masyarakat terhadap
keseriusan aparat kepolisian dalam hal
menangani masalah keamanan di kota
Singkawang. Kasus pemukulan
(lihat:Kasus kekerasan Politik Di Singkawang)
terhadap Pak Frans
itu,adalah salah satu kasus kekerasan
politik melawan kemanusiaan yang
mendapat perhatian serius komunitas
Tionghoa Singkawang.Masyarakat ingin
tahu,apakah Bapak Frans mendapat
keadilan dalam hal ini.
Menurut berita koran
lokal bahwa sdr .Chi Djun Nam
menyerahkan diri kepada Polres
Singkawang.Cerita menurut versi koran
lokal itu, membuat kita meragukan
kebenaran berita tersebut.Karena menurut
textbook kriminologi jika para pelaku
kejahatan dalam waktu 3 kali 24 jam,
para aparat tidak berhasil menangkapnya,
dia akan memilih menjadi buronan
daripada menyerah diri. Seperti sudah
kita ketahui sdr .Chi Djun
Nam
sempat mengisap udara bebas selama tujuh
bulan.Apakah dia mungkin menyerahkan
diri? Seandainya dia mau menyerahkan
diri, mengapa harus menunggu sampai
tujuh bulan? Melihat fakta ini tentu
saja tidak bisa diterima oleh logika
kita,maka CintaSingkawang mengadakan
cross check dilapangan.Inilah hasil dari
investigasi Cinta:
Ketika Polres
Singkawang mencium berita
bahwa sdr .Chi Djun Nam sebagai buronan yang selama ini mereka cari
pulang kerumahnya .Pihak Polisi
mengepung rumahnya, sdr .Chi Djun Nam.
Kepungan ini tidak memberikan kesempatan
kepada buronan ini dapat
meloloskan diri. Saudara Chi Djun Nam terpaksa menyembunyikan diri
kedalam kamar tidurnya .Ketika
aparat Polisi mau menggeledah kamar
tidur mereka,dicegah oleh Ny. Chi Djun
Nam.Terjadi negosiasi antara
nyonya Chi Djun Nam dengan pihak
polisi, nyonya Chi Djun Nam memberi
jaminan secara tertulis yang menyatakan
suaminya akan menyerahkan diri dan
meminta mereka diberi waktu
untuk keluarganya.Dengan
pertimbangan sdr .Chi Djun Nam tidak
mengancam keselamatan(tidak memiliki
senjata)masyarakat disekitarnya,dan
faktor kemanusiaan(memberi
waktu untuk pertemuan keluarganya).
Akhirnya,aparat kepolisian memenuhi
permintaan nyonya Chi Djun Nam.
Keputusan yang
diambil oleh nyonya Chi Djun Nam dalam
hal ini dapat kita pahami,lebih baik dia
meminta suaminya menyerahkan diri
daripada kamar tidur mereka digeledah
oleh polisi.Karena bagi sebagian orang
kamar tidur adalah tempat yang paling
pribadi,tidak ingin dilihat oleh orang
lain.Seandainya, pihak polisi sampai
menggeledah kamar tidur mereka dan
menemukan bukti(tempat persembunyian)
yang dapat berindikasi nyonya Chi Djun
Nam bersekongkol
dengan suaminya.Tentu saja dia juga akan
ditahan polisi sebagai tersangka
membantu menyembunyikan orang yang
dicari polisi.Demi keluarganya, tentu
saja nyonya Chi Djun Nam tidak mau
mengambil resiko yang lebih besar, lebih
baik meminta suaminya menyerah kepada
polisi daripada kehidupan keluarganya
menderita terus.
Pada saat Cinta
meninggalkan tempat tetangganya sdr .Chi
Djun
Nam,disalah
satu rumah dari tempat itu
berdiri seorang kakek sedang
memberikan ceramah kepada beberapa anak
muda.Kata kakek itu”guru terbaik adalah
pengalaman orang lain.Terutama
pengalaman mereka melakukan
ketololan.Melakukan ketololan memiliki
implikasi secara langsung terhadap
kehidupan pada pelaku dan
keluarganya.Ketololan ini menyebabkan
dia harus menerima hukuman”. Si kakek
ini juga mengingatkan kepada para
pemuda “sebagai orang bijak kita tidak
akan mengulangi perbuatan orang
tolol”.Tentu saja kita mengerti apa yang
dimaksudkan oleh si kakek yang sering
terlihat di kawasan Gg.Abadi itu
kongkow-kongkow dengan anak muda sambil
memberikan nasehat kepada mereka.
Menurut informasi
yang Cinta terima dari sumber Polres
Singkawang membenarkan bahwa sdr. Chi
Djun Nam sudah ditahan
dan akan diproses sesuai dengan
hukum yang berlaku.Mengenai proses
penangkapannya pihak Polres Singkawang
tidak mau memberikan komentar lebih jauh,
dalam hal ini ,yang penting pada buronan
sudah kita tahan kata
narasumber di kepolisian yang tidak mau
disebut namanya itu.
Sebagaimana kita
ketahui,dalam kampanye Pilkada 2007 yang
lalu sdr.Chi Djun Nam
selalu membantu Pak Hasan Karman.Dimana
ada Pak Hasan Karman disitu ada sdr .Chi
Djun Nam yang dikenal masyarakat “HIDUP
MATI” asalkan bersama Pak HK,pada masa
kampanye mereka berdua sangat
mesra.Dalam acara Singkawang Spektakuler
dibioskop 21, sdr .Chi Djun Nam memberi
kata pengantar dalam acara tersebut.
Sebagai sahabat, sudah seharusnya Pak
Hasan Karman menjeguk sdr .Chi Djun Nam yang
sekarang sedang menghuni tahanan
polisi.Memberikan dorongan dan semangat
kepada dia.
Mengunjungi dia pada
waktu malam hari? Seperti cerita didalam
Alkitab,ada pejabat mengunjungi Yesus
pada waktu malam hari.Supaya tidak
ketahui dan dilihat orang.Sayangnya, sdr
.Chi Djun Nam ini bukan Yesus.Kalau Pak
Hasan Karman nekat
mengunjungi dia pada malam hari tidak
ada manfaatnya karena dia tidak dapat
memberikan sesuatu yang berguna kecuali
sebuah “kepusingan”……kepusingan,kepusingan
baru…..
|