|
Pada tanggal
23 Januari 2009 subuh ada beberapa ibu
rumah tangga pergi ke pasar untuk
belanja sayur. Ketika mereka melewati
persimpangan Jalan Kempol Mahmud – Jalan
Niaga,tepatnya di lokasi berdiri patung
naga, mereka melihat pampflet
bergambarkan foto keluarga Pak Hasan
Karman dicoret silang dengan memakai
cinta hitam.Pamflet itu ditempelkan
ketubuh patung naga tersebut.
Pada hari pagi itu,toko-toko
disekitar lokasi patung naga mulai
melakukan bisnis.Masyarakat disekitar
tempat itu berdatangan untuk
melihat pamflet tersebut.Menemukan foto
keluarga Pak Hasan Karman yang dicoret
silang itu, sangat mengejutkan komunitas
Tionghoa Singkawang.Namun demikian,
sebagian dari komunitas kita tidak
menaruh perhatian dengan aksi ini,tetapi
ada sebagian dari mereka menerka-nerka
siapa yang melakukan hal tersebut.Apakah
aksi ini dilakukan oleh mereka
yang menentang berdiri patung naga? Atau
aksi ini dilakukan oleh pihak tertentu
yang ingin mempertajam perbedaan
pandangan antara pendukung dengan
penolak berdiri patung naga?
Aksi sejenis itu
merupakan aksi terror yang pertama kali
terjadi di kota Singkawang.Kita
tidak tahu pasti siapa pelaku
terror tersebut,yang jelas pelaku adalah
orang tidak mau menyalurkan aspirasinya
melalui asas demokrasi.Pantas kita
sayangkan,pihak yang melakukan aksi ini
memperlakukan keluarga Pak Hasan Karman
sangat tidak adil.Karena pihak pelaku
tidak dapat membedakan masalah “perseorangan”
dengan masalah “keluarga”.
Jika pelaku aksi ini
beranggapan bahwa Pak Hasan Karman lebih
memihak kepada pendukung patung
naga.Itulah adalah kebijakan yang
diambil oleh Pak Hasan Karman
sendiri,bukan keluarganya(istri dan
anak-anak Beliau).Dalam hal ini,Ibu Emma
dan anak-anak mereka adalah orang
–orang tidak berdosa dalam kasus patung
naga,tidak seharusnya foto mereka
dijadikan objek kemarahan.
Cinta salut dengan Ibu Emma(istri Pak
Hasan Karman),selama(1 tahun) Beliau
tinggal di Singkawang tidak sedikit
kontribusi yang telah Beliau lakukan
untuk masyarakat Singkawang
melalui berbagai kegiatan
sosial.Kehadiran Beliau di tengah
masyarakat Singkawang untuk memperkuat
komunitas Singkawang.Setiap kali ada
kegiatan membersihkan kota Singkawang
Ibu Emma selalu hadir dan
membantu.Sebagai orang lahir di
Singkawang kita merasa malu terhadap Ibu
Emma.Beliau lebih banyak melakukan
sesuatu untuk kita daripada kita
melakukan untuk Beliau.
|