|
Cinta Skw
|
:
|
“Bapak Herry
Chung, bagaimana kabar Bapak setelah pulang dari
liburan Tahun Baru Imlek? Bapak mengunjungi
Negara mana? Dan kegiatan apa yang Bapak lakukan
selama kunjungan itu? ”
|
| |
|
|
|
Pak Herry
|
:
|
“Kabar baik, Cinta.
Liburan tahun ini saya mengunjungi negara
Australia dan New Zealand. Kurang lebih selama 13
hari, di negara
Australia
saya mengunjungi kota
Sydney
dan
Melbourne. Di New Zealand
saya hanya mengunjungi kota Auckland. Saya banyak
menghabiskan waktu liburan saya di
Australia, terutama di
kota Sydney. Karena di Sydney saya ada teman baik (teman
sekolah). Dia menemani
saya jalan-jalan di kota Sydney dan Melbourne.
Dia sudah lama tinggal di Sydney, kami
mengunjungi banyak tempat yang indah. Pada
tanggal 10 februari di Sydney kami sempat
melihat pawai perayaan Tahun Baru imlek oleh
komunitas Tionghoa yang ada di Sydney. Acara
pawai tersebut sangat menarik dengan berbagai
aktraksi. ”.
|
|
|
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Bagaimana
komentar Bapak mengenai pidato ketua
panitia Pelaksana Imlek dan Cap Go Meh 2008,
bapak Chin Miaw Fuk pada malam perayaan
hari Imlek 2559 (tanggal 06
Februari 2008) di Singkawang? Acara tersebut
dihadiri oleh Menteri
Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia,
Ibu Meuthia Hatta. Menurut pendapat masyarakat
Singkawang pidato tersebut dapat menurunkan
martabat komunitas Tionghoa Singkawang.".
|
| |
|
|
|
Pak Herry |
: |
“Cinta,
saya tidak mau berspekulasi mengenai apa yang
dimaksudkan dengan “dapat menurunkan martabat
komunitas Tionghoa Singkawang.” Tetapi ada satu
hal yang jelas, insiden ini sangat memalukan
bagi komunitas Tionghoa Singkawang. Dalam acara
formal (resmi) karena dihadiri oleh para pejabat.
Tentu saja pada hadirin mengharapkan orang
menyampaikan pidato adalah orang terpilih,
terbaik dari komunitas Tionghoa Singkawang.
Ternyata bapak Chin Miaw Fuk tidak
sanggup melakukan misi yang diharapkan oleh
masyarakat Singkawang. Saya dapat memaklumi
kemarahan komunitas Tionghoa Singkawang terhadap
insiden ini. Yang bertanggung jawab terhadap
insiden bukan hanya bapak Chin Miaw
Fuk sendiri, Bapak Hasan Karman dan Bapak Lio
Kurniawan alias Aliok juga tidak luput dari
tanggung jawabannya karena merekalah yang
menunjuk bapak Chin Miaw Fuk
sebagai ketua panitia. Padahal mereka ini
mengetahui bapak Chin Miaw Fuk
tidak biasa melakukan public speaking,
bapak Chin Miaw Fuk ini lebih memahami
masalah Liga Inggris atau Italy, kesebelasan
mana yang akan keluar sebagai
pemenang dalam suatu pertandingan sepakbola di
Eropa. Insiden ini membuktikan team
pelaksana Imlek dan Cap Go Meh 2008 itu dipilih
berdasarkan dari segi kemampuan materi daripada
SDM yang dimiliki oleh setiap personil yang
duduk di team panitia.”
|
| |
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Bapak
tadi telah menyinggung masalah
team panitia
pelaksana Cap Go Meh 2008.Saya ingin mendengar
pandangan Bapak tentang ormas MABT(Majelis Adat
Budaya Tionghoa) yang mengambil bagian dalam
kepanitian tersebut.Padahal dulu MABT sebagai
ormas saingan Permasis.Apakah
Bapak dapat
memberi
penjelasan?”
|
| |
|
|
|
Pak Herry |
: |
“Bapak
Wijaya Kurniawan, ketua MABT cabang
Singkawang sebagai salah satu dari team panitia
pelaksana Cap Go Meh 2008. Sebelum saya
memberi penjelasan lebih jauh mari kita meninjau
perkembangan ormas MABT cabang Singkawang selama
ini. Proyek yang pernah MABT tangani yaitu
program keluarga berencana(KB), penyaluran beras
untuk orang miskin. MABT mendapat proyek program
keluarga berencana dari pemerintah Pak Awang.
Karena pada waktu itu Pak Awang ingin memakai
MABT untuk menyaingini Permasis. Untuk
mengurangi pengaruh MABT dikomunitas Tionghoa
Singkawang maka Permasis berusaha menguasai
sumber suplai bantuan beras untuk orang miskin
yang selama ini dikuasai oleh MABT. Ternyata
orang Permasis berhasil menguasai sumber suplai
tersebut yang menyebabkan MABT kehilangan proyek.
Jika suatu ormas tidak mengadakan kegiatan
asosiasi ke masyarakat maka akan sulit untuk
bertahan. Maka MABT cabang Singkawang seperti
perusahaan bangkrut (ada papan nama perusahaan
tetapi tidak ada kegiatan bisnis).
Paling
tidak ada 3 alasan mengapa mereka dalam susunan
team panitia pelaksana Cap Go Meh
2008 menyisipkan ketua MABT sebagai team panitia.
Alasan pertama : MABT tidak membahayakan
Permasis karena MABT sekarang seperti macan yang
tidak memiliki gigi. Alasan kedua : Kalau
melibatkan MABT dalam team panitia seakan-akan
team panitia mengandung berbagai elemen
masyarakat. Alasan ketiga : Kalau terjadi suatu
bencana maka MABT siap dijadikan kambing hitam.
Seperti dalam acara pemberian bantuan
kepada kaum duafa. Pada tahun Imlek ini dibawah
pemerintahan Pak Hasan Karman memberikan bantuan
paket Imlek untuk kaum miskin sebanyak 800an
paket. Sebagai perbandingan, pada masa
pemerintahan Pak Awang memberikan paket Imlek
untuk kaum Tionghoa miskin sebanyak 1200an paket.
Ini menandakan walikota dari etnis Tionghoa
Singkawang mengalami kemunduran. Kasihan sekali
ratusan kaum duafa etnis Tionghoa tidak
mendapat paket tahun ini sehingga mereka tidak
bahagia dalam merayakan tahun baru Imlek 2559.
Padahal kaum miskin ini sangat mengharapkan
walikota dari etnis Tionghoa dapat membuat lebih
banyak terhadap kehidupan mereka. Sebenarnya hal
ini tidak perlu terjadi karena pihak panitia
telah mengumpulkan dana dari masyarakat sebesar
Rp2 miliar lebih, dengan dana tersebut tentu
saja tidak ada kaum miskin yang tidak mendapat
paket Imlek pada tahun ini. Sudah memiliki dana,
mengapa masih banyak kaum miskin tidak mendapat
paket Imlek? Mengapa?
Berita dikoran
memberitakan seakan-akan MABT menyediakan paket
tidak cukup padahal dalam hal ini Pak walikota
yang bertanggung jawab terhadap komunitas
Tionghoa Singkawang, sebagai penyedia paket
Imlek".
|
| |
|
|
Cinta Skw |
: |
“Apakah
keuntungan bagi pak Wijaya Kurniawan dan
MABT dalam melibatkan diri dalam kepanitiaan
pelaksana Cap Go Meh 2008?Apakah ada
deal antara Permasis dengan MABT?”
|
|
|
|
|
|
Pak Herry |
: |
“Secara
politik nasib MABT sudah tamat riwajatnya.
Buat apa Permasis mengadakan deal dengan
MABT ? Kalau
bentuk deal dengan pak Wijaya
Kurniawan secara perseorangan mungkin ada
.Mereka(Permasis) menawarkan proyek dan
menarik pak Wijaya Kurniawan
kedalam team calon anggota DPRD untuk pemilihan
pada tahun 2009 nanti. Karena pemerintahan Pak
Hasan Karman perlu mendapat dukungan legislatif.
Dalam jangka panjang,saya tidak
begitu yakin Permasis mau memakai pak
Wijaya Kurniawan untuk kepentingan Permasis.
Karena pak Wijaya Kurniawan
tidak ada nilai ekonomi bagi Permasis,yang
dicari Permasis adalah orang-orang dapat
mendatangkan income bagi organisasi mereka.
Untuk diorbitkan menjadi caleg juga tidak
ada manfaatnya karena pak Wijaya
Kurniawan bukan tokoh berpengaruh dan tidak
menonjol di komunitas Tionghoa Singkawang.
Tokoh berpengaruh diorganisasi MABT ialah
Bapak Dr.Frans Chai. Kesimpulan
saya , pak Wijaya Kurniawan sebagai
barang disposal(barang sekali pakai kemudian
dibuang) bagi mereka.Hanya untuk kepentingan Cap
Go Meh saja mereka mau memakai pak
Wijaya Kurniawan. "
|
| |
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Seperti
apa yang telah Bapak ceritakan tadi nasib MABT
cabang Singkawang sangat memprihatinkan
kemungkinan besar tidak akan survive.
Masyarakat Singbebas mulai timbul ketidak
puasan terhadap Permasis.
Pengumpulan dana dari masyarakat belum
ada tanda dari Permasis untuk menginjeksikan
dana tersebut ke masyarakat untuk
membangun Singbebas.
Menurut Bapak apakah kelak ada ormas baru
sebagai alternatif ?Karena sebagian besar dari
komunitas Singkawang merasa tidak puas atau
tidak cocok dengan MABT dan Permasis?”
|
|
|
|
|
Pak Herry |
: |
"Cinta,saya
tidak mau komentar soal dana masyarakat yang
sekarang terakumulasi di Permasis.
Karena interview kali ini kita tidak
membahas kendala yang dihadapi ormas Permasis.
Tetapi ada satu gejala umum
sering terjadi dinegeri kita yaitu
apabila sesuatu ormas mengumpulkan dana dari
masyarakat tanpa menginjeksi dana tersebut
kembali ke masyarakat lagi biasanya dana
tersebut dipakai untuk tujuan politik.
Apabila kita memperhatikan ormas
MABT dan Permasis kedua organisasi tersebut
memfokuskan masalah budaya dan sosial tetapi
dalam prakteknya mereka memfokuskan masalah
budaya. Sebagian besar
dari komunitas Tionghoa Singkawang mengharapkan
ada sebuah wadah berbentuk ormas yang khusus
memfokus masalah sosial dan kemanusiaan.
Karena masalah kemiskinan,SDM yang
rendah,pengangguran yang dihadapi oleh komunitas
Tionghoa di Singkawang adalah masalah sosial
. Masalah sosial ini kita perlu
satu ormas bergerak dibidang sosial dan
kemanusiaan untuk deal masalah ini.
Komunitas kita bukan krisis budaya !Bukan
masalah budaya yang menyebabkan mereka miskin!
Saya percaya dan yakin kelak akan hadir
ormas baru yang sesuai dengan
tuntutan masyarakat kita.Tetapi
saya tidak dapat mempastikan bila hal itu
terjadi”. |
| |
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Terima
kasih,Pak Herry.Selamat merayakan Cap Go Meh.”
|
|
Pak Herry |
: |
"Sama-sama,selamat merayakan Cap
Go Meh juga”,
|
| |
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
Cinta Singkawang,15 Februari 2008 |
| |
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
| |
|
|