|
Berbagai kalangan masyarakat mengutuk insiden yang terjadi di Jamthang pada tanggal 21Agustus 2012 malam. Pembantaian terhadap warga Jamthang yang dilakukan oleh sekelompok preman yang mendampingi Pak HK sedang mengadakan kampanye di Jamthang. Insiden ini membuktikan bahwa Pak HK memperkerjakan etnis non Chinese untuk menekan, intimidasi komunitas Tionghoa Singkawang. Terutama bagi mereka tidak searah pandangan politik dengan dia.
Menurut narasumber CintaSingkawang di DAPIL , Forum RT seSingkawang telah memutuskan mereka tidak akan memberikan suaranya kepada Pak HK beserta kelompok yang berasosiasi dengan Pak HK (ditingkat provinsi) dalam pemilihan kepala daerah. Sebagai tindakan balasan mereka terhadap insiden tersebut.
Menurut Forum tersebut Pak HK harus menerima konsekuensi terhadap setiap tindakannya yang melanggar hak asasi manusia. Bahkan mereka siap membeberkan beberapa kasus yang berindikasi Pak HK terlibat, salah satu kasus Mercure Gate yang menjatuhkan pemerintah Pak Awang.
Pada tanggal 12 Agustus 2012 malam, rombongan Pak HK mengadakan kampanye dipasar KaliAsin(Jamthang). Pak HK didampingi oleh Chai Chui Mie, rombongan preman yang mengawal Pak HK diketuai oleh Nando menunggu di Klenteng Ti Ya. Ketika ada warga Jamthang bertanya kepada Pak HK soal masalah korupsi dalam pemerintahnya yang melibatkan keluarganya( Ny HK). Pak HK menjawab bahwa dia sudah mengantongi nama nama orang yang menyebarkan isu tersebut, dia akan melapor kepada polisi. Warga merasa tidak puas dengan jawaban Pak HK, kemudian mendesak Pak HK memberi klarifikasi. Pak HK menolak menjawab permintaan warga. Kemudian ada warga berteriak uh uh, ada juga yang berteriak Pak Aliok! Pak Aliok!
Karena semua orang tahu, kalau Pak HK berhadapan dengan Pak Aliok, Pak HK tidak berkutik!
Pak HK mengarang cerita kalau ditanya soal masalah korupsi. Pakai kata sering dipakai pada aparat “mengantongi”, tetapi menurut kamus masyarakat “mengantongi” artinya “tidak tahu atau tidak ada informasi yang pasti”.
Pak HK merasa terdesak, kemudian cepat meninggalkan Jamthang, diikuti oleh Chui Mie.
Selang beberapa lama kemudian, tepatnya jam 9 malam rombongan preman sebagai pengawal Pak HK yang dipimpin Nando pergi ke Pasar Jamthang untuk membantai warga disana. Ada beberapa korban luka parah yakni Nem Thian, Stevanus. Mereka ini dibantai dengan biliar stick dan kursi. Bagi warga Singkawang ingin melihat kekejaman yang dimodali oleh Pak HK, dapat mengunjungi korban di kamar nomor 501 RS Vincensius Singkawang.
Entah sudah berapa orang menjadi korban kekerasan politik, dan korban kekerasan ekonomi Pak HK, menurut catatan CintaSingkawang korban kekerasan politik: Pak Frans Tshai, Pak Alex, Pak Chai Ket Kiong, Pak Abun dan koran Kalbar times. Sedangkan korban kekerasan ekonomi( secara ekonomi dan bisnis dirugikan) Pak Hendro Karlan( Ahian), Pak Tetiono . Karena Pak Tetiono tidak memberi dukungannya lagi kepada Pak HK. Maka pertambangan milik Pak Tetiono di Singkawang Selatan dipermasalahkan sekarang.
Sudah saatnya bagi komunitas Tionghoa Singkawang mempertimbangkan baik baik apakah Pak HK pantas dipilih kembali sebagai wako Singkawang untuk term kedua kali ?
|