Nando memenuhi panggilan Mapolres Singkawang

-Nando resmi ditahan sebagai pelaku pembantaian di Jamthang

30 Agustus 2012

Komentar:

Surat panggilan pertama Mapolres Singkawang tidak ditanggapi oleh Nando. Tetapi surat panggilan kedua, Nando datang ke Mapolres Singkawang ditemani oleh 11 pengacara. Ketua tim pengacaranya dipimpin oleh Pak Suwito SH.

 

Dalam pemeriksaan Mapolres Singkawang, Nando berkelit. Memberi pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta. Seakan-akan dia sebagai pahlawan pergi ke Jamthang untuk menolong

Nem Thian. Padahal Nem Thian tidak mengenal Nando, argumentasi yang diberikan oleh Nando tidak  cukup bukti. Karena pihak kepolisian sudah tercium ada pihak tertentu mau mengadakan rekayasa kasus ini supaya tidak melibatkan Ibu Chui Mie.

Pemeriksaan sampai tengah malam, akhirnya Mapolres Singkawang memutuskan secara resmi Nando ditahan sebagai pelaku pembantaian di Jamthang berdasarkan pasal 335 dan pasal 170, melakukan pembuatan yang tidak menyenangkan, dan pengeroyokan. Walaupun team pembela Nando meminta Nando dikenakan tahan luar tetapi permohonan tersebut ditolak oleh pihak kepolisian Singkawang, karena tidak memenuhi persyaratan “jaminan”.

Sedangkan Nando merasa sangat kecewa, dihianati oleh Pak HK. Karena Pak HK tidak menyediakan persyaratan jaminan tahanan luar. Padahal dia melakukan misi(bekerja) untuk kepentingan Pak HK. Rasa kekecewaan ini akan mendorong Nando mengungkapkan kasus ini sebenarnya. Maka Mapolres Singkawang tidak menutup kemungkinan akan membongkar kasus pembantai Jamthang lebih lanjut .

 

Sore hari ini, tim sukses HK bernama Rawi ke Mapolres Singkawang mengancam mau membakar Mapolres Singkawang kalau tidak segera melepaskan Namdo. Ancam seperti tidak ditanggapi oleh pihak kepolisian Singkawang. Masyarakat Singkawang tahu, ini membuktikan tim HK lebih suka memakai cara anarkis untuk memaksa kemauan mereka.

 

Sebagian besar masyarakat Singkawang  memuji  keberhasilan Mapolres Singkawang menangkap dan menahan Nando. Dengan demikian akan memberi ketenangan kepada masyarakat menjelang pilkada Singkawang, tanpa merasa takut  diintimidasi oleh pihak tertentu.


CintaSingkawang, 30 Agustus 2012