|
Cinta Skw
|
:
|
“Selamat
malam Bapak Iwan.
Cinta merasa beruntung
dapat mewawancarai Bapak. Terima kasih atas
kesediaan Bapak Iwan telah menyediakan waktu
yang sangat berharga ini untuk
berbincang-bincang dengan Cinta.”
|
|
Pak Iwan
|
:
|
“Selamat
malam, Cinta.
Tidak perlu merasa segan,
kalau ada yang dapat saya bantu, saya akan
lakukan.” |
|
|
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Terima kasih
Bapak Iwan. Begini Pak, menurut rumor yang
beredar dimasyarakat kota
Singkawang, pada saat ini
Bapak akan mendampingi Bapak Awang sebagai salah
satu pasang kandidat untuk Pilkada Singkawang
pada bulan November nanti.
Cinta ingin minta klafikasi dan
konfirmasi mengenai kebenaran rumor tersebut.”
|
|
Pak Iwan |
: |
“Wah, saya
salut dengan Cinta. Rumor ini cepat diketahui
oleh Cinta. Itu bukan rumor, itu adalah bagian
dari proses compromise antara Bapak Awang
dengan Pengurus DPD Partai Golkar Kota
Singkawang”.
|
| |
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Pak, itu
adalah profesi Cinta sebagai infotainment kota
Singkawang selalu menyediakan hot
news untuk pembaca kami. Dapatkah Bapak Iwan
memberi penjelasan tentang maksud dengan
’compromise’ itu?”.
|
|
|
|
|
|
Pak Iwan |
: |
“Begini,
Kita sebagai pengurus DPD Partai Golkar kota
Singkawang meloby kepada Bapak Awang
meminta beliau memakai perahu Golkar. Keuntungan
memakai perahu golkar yaitu golkar memiliki
management partai politik yang rapi serta
memiliki beberapa kursi di DPRD. Sebagai
imbalannya, para pengurus DPD Partai Golkar
meminta posisi wakil cawako harus ditempati
orang golkar. Dalam hal ini saya ditunjuk
sebagai pendamping Bapak Awang. Proses ini saya
anggap wajar-wajar saja”.
|
| |
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Apakah
masyarakat kota Singkawang tidak berprasangka
proses ini akibat dari Bapak Iwan deal bisnis
dengan pemerintah daerah yang menyebabkan Bapak
Iwan dekat dengan Bapak Awang?”
|
|
|
|
|
Pak Iwan |
: |
“Tidak
mungkin! Masyarakat Singkawang bisa melihat
fakta. Perusahaan saya adalah perusahaan
percetakan dan supply stationery terbesar di
kota ini. Sudah pasti pemerintah daerah menjalin
kerjasama dengan supplier yang memiliki
kemampuan menyediakan stock besar. Perusahaan
saya memenuhi persyaratan tersebut, ini murni
hubungan bisnis. Kontak
antara supplier dengan konsumen memang sering
terjadi, karena kita memasarkan produk baru dan
secara otomatis sering melakukan pendekatan (tatap
muka) dengan konsumen.”
|
| |
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Apakah Bapak
Awang dapat menerima usul dari DPD
partai Golkar? Dan Bapak Awang mau menerima
Bapak sebagai partnernya dalam hal ini?” |
| |
|
|
|
Pak Iwan |
: |
“Saya rasa Bapak
Awang tidak akan keberatan menerima usul dari
partai Golkar. Saya mempunyai feeling Bapak
Awang akan menerima saya”.
|
|
Cinta Skw |
: |
“Jika Bapak Iwan mendampingi
Bapak Awang, apakah ini tidak mempengaruhi
hubungan persahabatan Bapak dengan
Bapak Hasan Karman dan Bapak Lio Kurniawan?
Karena Bapak Hasan Karman sebagai kandidat wako
tentu saja sebagai saingan pasangan Bapak?”
|
| |
|
|
|
Pak Iwan |
: |
“Dulu
saya memang bersahabat dengan mereka. Tetapi
sekarang kami kurang berkomunikasi dengan mereka.
Karena kami memiliki kepentingan yang berbeda
dan berbeda pandangan dalam banyak hal. Dalam
dunia politik kita tidak ada lawan dan kawan,
yang ada hanya partner yang memiliki kepentingan
yang sama itulah yang kita disebut
kawan”. |
| |
|
|
|
Cinta Skw |
: |
"Apakah
Bapak mendapat dukungan komunitas Tionghoa
Singkawang jika Bapak mendampingi Bapak Awang?” |
| |
|
|
|
Pak Iwan |
: |
“Tentu saja!,
Saya sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Walet
Singkawang (APWS), sudah pasti pengusaha walet
dan pengusaha retail akan mendukung saja.
Dipedesaan saya juga mendapat dukungan dari
masyarakat karena sebagai mantan wakil ketua
FOKET. Pada tahun 2003 saya membagi-bagi angpao
di desa kopisan, setidak-tidak dimasyarakat
disana masih ingat dengan saya”. |
| |
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Jika Bapak
nanti terpilih menjadi wakil wali kota
Singkawang, apa yang menjadi periotas utama
Bapak lakukan untuk membuktikan bahwa Bapak
peduli dengan kota Singkawang?”. |
| |
|
|
|
Pak Iwan |
: |
“Ada
dua hal yang menjadi periotas utama yaitu: yang
pertama, menertipkan Perguruan Tinggi Swasta dan
sekolah yang tidak memiliki izin. Kita akan
membuat peraturan Daerah melarang operasi
Perguruan Tinggi Swasta dan
Sekolah tidak memiliki izin. Kalau ini tidak
kita tertipkan mulai sekarang kelak akan
merugikan masyarakat.
Kedua:
Peternakan Walet yang didalam kota Singkawang
akan kita dipindahkan keluar kota. Kita cari
satu tempat diluar kota yang jauh dari tempat
hunian masyarakat misal di daerah Singkawang
selatan, ditempat ini kita beri hak kepada pihak
swasta yang mengolah (membangun) rumah walet.
Izin pengusaha walet didalam kota sudah habis
masa lakunya harus pindah ketempat sana.
Dalam jangka waktu 5 tahun
kota Singkawang menjadi free zone dari sarang
walet.
Sebagai pengusaha walet kita juga harus
memperhatikan keselamatan dan kepentingan
masyarakat Singkawang,jika kita menyediakan
kawasan khusus untuk ternak
walet kalau terjadi serangan flu burung lebih
mudah untuk menangani masalah
ini.Kita harus mempertimbangkan kemungkinan
malapetaka ini bisa terjadi”.
|
| |
|
|
|
Cinta Skw |
: |
“Apakah
pihak pemilik Perguruan Tinggi Swasta tidak
merasa dirugikan dengan peraturan daerah
tersebut?” |
| |
|
|
|
Pak Iwan |
: |
“Itu salah
sendiri. Sebagai pengusaha mereka harus memahami
peraturan dan hukum yang berlaku dinegara kita,
seharusnya mereka menghormati
hukum. Dari segi aspek hukum, melakukan kegiatan
suatu usaha untuk publik harus memiliki izin
yang sesuai dengan hukum berlaku dinegara kita.
Apakah mereka sudah memenuhi kewajiban ini?
Tidak! Saya rasa mereka ini lalai, kelalaian
harus mendapat hukuman”.
|
|
Cinta Skw |
: |
“Terima
kasih Bapak Iwan, semoga Bapak berhasil menjadi
wakil wali kota Singkawang”.
|
| |
|
|
|
Pak Iwan |
: |
“Terima kasih,
selamat malam”.
|
| |
|
|