|
Gaya Wako kita,Pak
Hasan Karman merayakan perayaan hari
Bacang sangat berbeda dengan pada
umumnya komunitas Tionghoa
Singkawang.Makna dari perayaan bacang
bagi komunitas Tionghoa Singkawang
adalah mengingat kembali
perjuangan Qu Yuan pada
abad ke-empat sebelum masehi.
Pada masa itu kerayaan
Chu
diperintah oleh raja Huai,Qu Yuan adalah
penasihatnya. Raja Huai sangat
kejam,menindas rakyat,ketidakmampuan
dirinya memimpin dan cenderung
mempersalahkan rakyatnya,nasihat dari Qu
Yuan tidak pernah digubris dan dituruti.
Qu Yuan sangat kecewa dengan
pemerintahan raja Huai. Qu Yuan
melakukan bunuh diri dengan cara terjun
kedalam sungai sebagai cara unjuk rasa /memprotes
terhadap kekejaman kerajaan
Chu.
Bagi Pak Hasan Karman
merayakan Ng Nyat Ciat pada tanggal
01Juni2009,di gedung Sun Moon Singkawang
bukan mengingatkan perjuangan Qu
Yuan.Tetapi menunjukkan kepada
masyarakat bahwa Beliau memiliki 7
anggota DPRD yang baru terpilih dari
etnis Tionghoa Singkawang yang bisa
diajak kerjasama dengan Beliau,alias
sebagai konco-konconya.Acara ini diberi
nama “Acara makan Bacang bersama”. Dalam
acara ini Pak Hasan Karman menyampaikan
unek-unek didepan komunitas Tionghoa
Singkawang.Ada beberapa hal yang
dikemukakan oleh Pak wako kita perlu
kita tanggapi sebagai komunitas
Tionghoa Singkawang. Dalam pernyataan
Beliau tentang jumlah anggota DPRD yang
terpilih. Beliau menyalahkan komunitas
Tionghoa Singkawang tidak bersatu, kalau
bersatu seharusnya mendapat 13 kursi(13
anggota DPRD).
Kita tidak tahu
jelas apa yang dimaksudkan oleh
Pak wako “bersatu”
itu.Mungkin maksud Beliau yaitu orang
bersedia kerjasama dengan Beliau dan
siap melakukan misi yang Beliau inginkan
atau tunduk kepada Beliau.Tetapi
ada satu hal yang sangat jelas di dalam
pikiran Pak wako kita yaitu ada
komunitas Tionghoa Singkawang tidak bisa
diajak “berkompak ria”alias tidak
memberikan dukungan kepada Beliau.
Kelompok ini adalah komunitas Tionghoa
Singkawang memahami falsafat Qu
Yuan,mereka ini tidak ingin mengorbankan
kepentingan umum untuk kepentingan
pribadi Pak Hasan Karman. Walaupun Pak
Hasan Karman sering mengatakan kebijakan
yang Beliau ambil
untuk kepentingan komunitas Tionghoa
Singkawang. Orang yang sering klaim
seperti itu perlu kita waspadai terutama
klaim dari Pak Hasan Karman.
Keluhan Pak Hasan
Karman juga dicurhatkan dalam acara
makan bacang bersama,mengenai
ketidaknyaman hidup dikota Singkawang
selama ini sering terjadi
listrik mati,
air leding tidak lancar.Mengapa
semua (ketidaknyaman)sebagai kesalahan
dilemparkan kepada saya? Tanya Pak Hasan
Karman kepada hadirin. Sikap Pak Hasan
Karman tidak menunjukkan sedikitpun
tanggungjawab Beliau terhadap janjinya
kepada masyarakat Singkawang, bahwa
Beliau sanggup menangani masalah listrik
dan air bahkan bandara ,investor .
Ketika Pilkada,Pak Hasan Karman pernah
menawarkan kepada masyarakat Singkawang
bahwa Beliau sanggup mengatasi masalah
air dan listrik di kota Singkawang
sebagai bagian dari paket program
membangun kota Singkawang Spektakuler
yang sekarang sudah tidak lagi populer.
Sudah sangat jelas,Pak Hasan Karman yang
menawarkan kepada masyarakat Singkawang
bukan masyarakat Singkawang yang
meminta.Mengapa Beliau harus menyalahkan
masyarakat Singkawang atas
ketidakmampuan dirinya memberi kenyaman
hidup untuk masyarakat Singkawang di
kota
Singkawang? Kita sebagai masyarakat
Singkawang tentu saja kita tidak dapat
terima “ketidakmampuan” Beliau jadikan
bahan untuk menyalahkan kita? Apakah
masyarakat Singkawang salah memilih?
|