Berurusan dengan
mantan bukan perkara yang nyaman,baik
itu berupa mantan pacar,mantan
advisor,mantan team sukses,mantan
boss,ataupun mantan kompetitor
politik.Memulai sebuah dialog dengan
mereka sering membuat kita berperasaan
segan,kikuk,bahkan merasa
bersalah.Apalagi mengadakan negosiasi
dengan mereka.
Pengalaman yang tidak
nyaman itu juga dialami Pak Wako kita.
Ini terungkap dalam acara Tanya jawab
dengan anggota DPRD
Kota Singkawang mengenai Raperda
pengelolaan barang milik daerah, pada
tanggal 06 Juli 2009.
Para anggota Dewan
mempertanyakan salah satu asset Pemkot
yang tidak terurus dengan baik adalah
mobil dinas (Toyota Harier ) mantan
Walikota Singkawang, Pak Awang Ishak,
beliau belum mengembalikan mobil
tersebut kepada Pemkot Singkawang.Menurut
penjelasan Pak Hasan Karman kepada Dewan,
Beliau sudah menulis surat “peringatan”
kepada Pak Awang akan kewajibannya
mengembalikan mobil tersebut kepada
Pemkot.Menurut pengakuan Pak Wako kita
yang saat ini sedang kepincut Tarian
Seribu Tahar itu, suratnya tidak
digubris oleh Pak Awang.
Surat Pak Wako untuk
Pak Awang,dengan surat
nomor: 030/179/Kyn tertanggal 19 Agustus
2008, yang berbunyi: “Sambil menunggu
proses pelelangan kendaraan perorangan
dinas dimaksud, diharapkan kepada
saudara terlebih dahulu mengembalikan/menyerahkan
kendaraan tersebut ke pemerintah Kota
Singkawang dan untuk sementara akan
dipergunakan untuk kepentingan dinas
pemerintah Kota Singkawang”.
Kita tidak tahu pasti
mengapa Pak Awang tidak memberikan
respon terhadap surat Pak Hasan Karman.Rasa ingin tahu
mendorong Cinta mengunjungi pak Awang
meminta komentar dari Beliau. Ketika
Cinta tiba dirumahnya, pak Awang tidak
ada dirumah.Cinta diterima oleh personal
assistant Pak Awang, berinisial Pak K.
Cinta menanyakan perihal surat Pak Wako yang
bernomor 030/179/Kyn, bagaimana
tanggapan dari Pak Awang ? Tanya Cinta
kepada Pak K. “Ah,itu” jawab Pak K. “Pada
prinsipnya surat Pak Hasan Karman
sopan,ramah.Dengan kata diharapkan
....mengembalikan/menyerahkan.Kami
menilai “diharapkan”itu kata yang
memberi indikasi bahwa masalah ini tidak
urgensi dan tidak perlu diberi tanggapan
segera.Apalagi membalas surat Pak
wako”,kata Pak K. Ketika Cinta
menanyakan tentang mobil Toyota Harier
itu, Pak K menunjukkan kepada Cinta
mobil tersebut diparkir disamping rumah,
sebagai mainan untuk cucunya pak Awang
yang sering mengunjungi rumah kakeknya.
Dalam hal ini,Pak
wako kita sudah melakukan kewajibannya.
Walaupun usahanya tidak digubris oleh
Pak Awang. Namun demikian,tak lama
lagi Pak wako kita dapat langsung
bertanya kepada Pak Awang digedung Dewan
Singkawang. Sebagai anggota Dewan yang
baru terpilih pak Awang berkewajiban
memberi jawaban masalah mobil dinas
tersebut. Tentu saja Pak Awang tidak
keberatan memberikan jawaban bahkan
jawaban yang akan beliau berikan itu pasti
menarik karena ditemani teman-temannya
anggota Dewan yang juga akan bertanya
kinerja Wako kita.
Selama ini Pak
Wako mengaku hanya sempat tidur 3 jam sehari
berarti Pak Wako kita bekerja 21 jam
sehari. Out put apa yang telah
dikerjakan? Apakah Pak Wako kita sibuk
chatting dengan konco-konconya sampai
begitu repotnya,atau mengcopy
proyek-proyek mercusuar yang tidak
pernah terwujud??? Apakah Pak Hasan
akan menjawab pertanyaan dewan dengan
jawaban yang sama
yang diberikan kepada wartawan Go
Jawa pos(baca
selengkapnya) ,”Singkawang yang rugi, saya sih
tidak apa-apa” Mari kita
menunggu drama
digedung Dewan dibabak baru nanti - .
Asyik !
|