Di negara Barat banyak orang berketurunan Jerman yang bermarga “Hitler” mengganti marganya. Dengan pelbagai alasan yang mendasari mereka mengganti marganya, ada yang merasa malu semarga dengan “Adolf Hitler”, pemimpin Jerman ketika perang dunia II terkenal kekejamannya terhadap orang keturunan Yahudi. Ada yang kuatir jika semarga dengan Adolf Hitler prospek berkarier di perusahaan milik orang Yahudi akan terhambat. Yang jelas, singkatnya mereka tidak mau karena marga dapat mengganggu karier mereka.
Mengenai marga bagi komunitas orang Tionghoa tidak memiliki satu pandangan yang sama dalam hal ini. Ada orang merasa tidak perlu bersikap fanatik terhadap marga, tetapi ada juga sangat sensitif soal marga. Yang jelas secara genetika tidak dapat membuktikan orang satu marga memiliki susunan gen yang sama( identik) yang dapat mewakili marganya. Sebagai contoh marga Bong Pak Aliok dengan marga Bong Teddy Sugianto Huang ( Ketua Abadi Marga Huang/Bong/Ng) di Jakarta tidak ada hubungan genetika, karena dalam kenyataan hubungan Pak Aliok dengan Pak Teddy S Huang tidak ada hubungan ikatan darah ( dapat dibuktikan secara genetika). Sejarah asal usul terbentuk marga Tionghoa tidak dicatat begitu jelas dalam sejarah. Sebagai pentunjuk dari buku “tentang seratus marga”, kita akan menemukan” marga ini” dibentuk oleh “pangeran ini” di daerah ini dan itu. Kita dapat menyimpulkan satu marga belum tentu ada ikatan darah ( secara genetika) atau satu nenek moyang. Pada jaman prasejarah marga berfungsi sebagai penunjuk identitas warganegara , seperti fungsi paspor pada jaman modern ini. Marga B mewakili warganegara kerajaan B. Umpama: kita sebagai WNI bukan berarti semua WNI itu memiliki satu ikatan genetika dengan kita, bukan? Begitu juga satu marga, jelas tidak semua marga Bong ada hubungan genetika dengan Bapak Aliok.
Pada tgl 10 Oktober 2011 malam Pak Aliok dipanggil oleh para petinggi marga Bong di Jakarta untuk diadili . Para petinggi marga Bong dipimpin oleh Pak Teddy Sugianto Huang meminta :
-Pak Aliok mundur sebagai cawako pilkada 2012 nanti.
-Pak Aliok tidak menjelek-jelekan Pak HK lagi.
Sebuah permintaan yang tidak bisa diterima oleh orang biasa apalagi Pak Aliok dan komunitas Tionghoa Singkawang dimanapun. Karena suatu permintaan yang tidak bisa diterima dengan logika, sebagai pemimpin marga Bong seharusnya Pak Teddy lebih memahami asas demokrasi dan hak asasi manusia (catatan : Mohon para pembaca memahlumi di era reformasi ini masih ada organisasi otoriter yang menerapkan aturan main mengganti ketua adalah haram hukumnya seperti yang terjadi di Perkumpulan marga Huang ini ,Teddy Sugianto adalah Ketua Abadi /seumur hidup) . Walaupun Pak Aliok sebagai anggota marga Bong bukan berarti beliau harus tunduk semua dan terima perlakuan yang tidak adil dari ketua pengurus marga Bong. Karena ada kemungkinan besar Pak Tedy bertindak atas kepentingan pihak tertentu yang ada sangkut paut pilkada Singkawang 2012. Betapa penting bagi masa depan kota Singkawang jika Pak Aliok ikut mencalonkan diri sebagai wako Singkawang 2012. CintaSingkawang mendukung siapa saja ingin mencalonkan diri sebagai cawako Singkawang 2012 karena itu ciri demokrasi orang Singkawang atau masyarakat Singkawang.
Pertama, perkumpulan Marga Bong tidak memiliki kewenangan melakukan diskriminasi terhadap anggotanya, dalam hal ini Pak Aliok. Hak Pak Aliok dihalangi untuk berkarier, mengembangkan talenta, mengabdi masyarakat Singkawang. Hak asasi Pak Aliok tertindas, tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk membela diri.
Kedua,Perkumpulan Marga Bong bukan lembaga politik atau institusi negara yang berhak untuk memutuskan apakah Pak Aliok pantas memimpin kota Singkawang atau tidak, sebagai salah satu putra Singkawang terbaik Pak Aliok memenuhi persyaratan untuk memimpin kota Singkawang. Hanya masyarakat Singkawang yang memutuskan apakah dia pantas atau tidak sebagai wako Singkawang 2012, tentu saja melalui suara masyarakat Singkawang. Masyarakat Singkawang sangat memahami siapa yang mampu dan pantas memimpin kota kami, tidak memerlukan campur tangan pihak lain yang bertujuan mempengaruh
i
supaya masyarakat Singkawang menerima ideology mereka yang tidak sesuai dengan tuntutan jaman.
Ketahuan tuh…. Pak HK belajar demokrasi dari mentornya Mr.Teddy Sugianto Huang yang ogah diganti ,pantas saja ngotot!!!
Teror Pilkada 2012
Sementara itu pada hari minggu yang lalu team sukses Pak Alex menghadiri acara kegiatan Pekong Sak Ku Thai Bong di Pakunam. Pada saat acara berlangsung muncul pemuda yang diketahui sebagai orang Dayak menuduh salah seorang tamu menjelek-jelekan HK di acara tsb, seperti biasa aksi pemukulanpun terjadi. Setelah kejadian ini Team sukses Pak Alex mendapat ancaman telp dari orang tak dikenal yang berisi ; Awas !!! Hati-hati Bung! Ketika ditanya identitas dirinya,orang tersebut hanya menyebut dirinya orang HK.