|
Walaupun Pilkada walikota Singkawang untuk periode 2012-2017 masih beberapa bulan lagi, tetapi para calon walikota sudah mulai pasang kuda-kuda dan mengkordinasik team suksesnya supaya dapat bekerja secara efektif pada saat kampanye nanti.
Begitu juga dengan team Pak Awang Ishack, pada malam tanggal 03 Januari 2012 yang lalu mereka melakukan pertemuan khusus yang dihadiri para tokoh partai dan tokoh Islam, politisi, ketua organisasi pelbagai ormas Islam. Orang-orang partai yang hadir antara lain : P3,PKB,PKS,PPD dan juga tampak orang-orang Golkar. Politisi yang hadir Awang Sofyan Ghazali, Mutholib, Dedy Mulyadi. Juga tampak satu tokoh non muslim yang diundang dalam acara tersebut ialah Pak Iwan Gunawan , dia hadir dengan kapasitas sebagai teman dekat Pak Awang Ishack.
Ketika rapat dimulai, pada hadirin sibuk melontarkan slogan anti “HK”. Adapun agenda dari rapat yaitu mempersatukan suara muslimin Singkawang, “Mari kita rebut kembali” pemerintah Pak Awang Ishack. Inti dari mempersatukan suara muslimin Singkawang yakni bagaimana mencegah pasangan lain yang ingin maju sebagai cawako Singkawang berdasarkan ideologi politik Islam. Dalam rapat tersebut Pak Awang lebih banyak memberi kesempatan kepada wakilnya, Pak Mutholib berbicara. Para hadirin dalam rapat mencapai kesepakatan memberi dukungan penuh kepada Pak Awang- Pak Mutholib untuk menghadapi pasangan Pak HK-Pak X. Rapat diakhiri dengan todongan ramai ramai terhadap politisi Golkar Pak Awang Sofyan Ghazali, meminta yang bersangkutan menandatangani perjanjian menerima dan mentaati seluruh keputusan hasil rapat malam itu. Untuk menambah kemesraan suasana, pada akhir rapat kedua Awang Singkawang ini saling berpelukan.
Pada malam itu, pemuka agama belum mencapai kesepakatan untuk menurunkan “dakwaannya” terhadap umatnya yang memilih Pak HK nanti.
Secara politik pertemuan malam itu telah menunjukkan betapa pengalaman Pak Awang dalam bermain politik. Beliau berhasil menyatukan persepsi di dalam lingkungan agama. Hanya saja yang sangat kita sayangkan masih memanfaatkan alat SARA. Padahal untuk mengalahkan Pak HK tidak perlu pakai isu SARA, apalagi memakai agama . Justru memakai unsur agama itu merugikan diri Pak Awang. Karena dari segi agama Islam seorang pemimpin juga perlu ditinjau dari pelanggaran moral yang pernah dilakukan. Isu ini sangat sensitif bagi muslimah kita di Singkawang karena mereka menghadapi pilihan membiarkan suaminya berselingkuh atau berpoligami.
Dalam kampanye team Pak Awang memakai kata “ merebut” kembali. Kosakata “merebut” tidak mencerminkan nilai demokrasi. Karena menurut kamus Besar Bahasa Indonesia rebut artinya mengambil sesuatu dengan paksa atau dengan kekerasan . Merebut diartikan rampas, ambil dengan paksa (barang orang). Kita ingin Pak Awang dapat terpilih kembali secara demokrasi bukan dengan makna( nilai ) “mengambil dengan kekerasan atau dengan paksa” dari Pak HK. Seharusnya kembali Pak Awang memberi harapan baru untuk memecahkan persoalan lama di kota Singkawang dengan cara baru. Kita perlu mendengar kampanye lebih bernada positif.
Walaupun secara struktur Pak Awang sudah mendapat dukungan dari etnis Malayu Singkawang dan umat Islam. Tetapi dalam kenyataan Pak Awang harus menghadapi beberapa kendala yang menentukan apakah Beliau dapat terpilih kembali sebagai walikota Singkawang untuk period 2012-2017. Adapun kendala tersebut yakni:
Jika Anak titipan tidak mendengar perintah tuan
Ketika Pak Awang meninggalkan office wako Singkawang lima tahun lalu, Pak Awang menitipkan anak didikannya. Sebagian besar dari anak titipan Pak Awang ini dipekerjakan oleh Pak HK saat ini. supaya roda birokrasi dapat berjalan. Sebagian dari pengawai birokrasi hasil didikan Pak HK. Pada umumnya mereka berprinsip” tidak mau mengikuti arus dan tidak mau melawan arus, memegang apa yang ada sekarang”. Group orang ini tidak dapat diyakinkan atau termakan idelogi agama, etnis , yang dilemparkan oleh kampanye politisi. Logika mereka sederhana: ikut Pak HK mereka tetap dipakai dan akan tetap mendapat posisi dalam berkarier. Apa keuntungan mengikuti Pak Awang? Apa yang mereka dapat? “Janji” dengan “kenyataan” sangat berbeda dalam dunia nyata ini. Disamping itu Pak Awang dikeliling oleh orang- orang mencari posisi, tentu jasa mereka akan mendapat perhatian pak Awang jika terpilih. Pak Awang akan kehilangan suara banyak jika mereka tidak memberi dukungan.
Mengawasi KPU Kota Singkawang
Kata orang: sebodoh-bodohnya keledai tidak akan jatuh ke dalam lubang sama. Pilkada lima tahun yang lalu , pengalaman “akrobatik tengah malam “ di KPUD Singkawang yang kemudian menjadi kemenangan HK menjadi pelajaran berharga, semoga kejadian itu jangan terjadi lagi.
Mengawasi para dummy HK
Sehari setelah Pak Awang berhasil mengkonsolidasi kekuatan politik Islam, HK melancarkan manuver konyolnya dengan memunculkan Pak Suhardiman (pemilik resto Dangau) maju ke KB1 C via jalur indenpendent yang belakangan diketahui sebagai kelompok bayaran HK via FPI (Front Pembela Islam) yang telah dijinakkan oleh HK berkat tokoh Islam preman Anton Medan dengan bayaran Rp.15 juta rupiah.
Suara partai kecil yang tak berkursi di DPRD yang memiliki 16% lebih:
Sesuai dengan undang-undang Pilkada mereka ini dapat dimanfaatkan untuk memunculkan calon KB 1 C yang belakangan ini diketahui telah dibeli oleh HK agar dapat menghadang pak Awang ke kursi KB 1 C.
Jika kedua kendala tersebut di atas dapat diatasi team Pak Awang dengan baik, insya Allah Pak Awang dapat terpilih kembali. Selamat berjuang Pak Awang !
|