|
Pada
hari Sabtu,tanggal 21 Maret 2009 sekitar
jam 16.00 wib. Pak Wako kita,Pak Hasan
Karman menghadiri acara hari ulang
tahun kelenteng Sam Ket Bong di daerah
Sin Nam , Singkawang selatan.
Walaupun dalam acara ini tidak secara
resmi mengundang Pak Wako kita tetapi
Pak Hasan Karman tetap ingin hadir
dalam acara tersebut demi kepentingan
politik. Maklumlah,pada musim
mencari “suara” bagi mereka yang
memiliki kepentingan politik kemana saja
akan dikunjungi jika perlu menjadi
pengemis suara. Bahkan para caleg
memperlakukan “suara” seperti kekasih
dengan kata-kata yang manis dan
menggoda”dimana kau berada aku akan temui kau ,sayang”.
Pada tahun ini perayaan HUT kelenteng
Sam Ket Bong, masyarakat di Sin Nam
tidak mengundang secara resmi (dengan
kartu undangan) kepada Pak Wako untuk
menghadiri acara mereka, ini bukan
berarti masyarakat di Sin Nam tidak
menghormati Pak Wako kita. Sudah
dua tahun berturut-turut
masyarakat mengirim kartu undangan kepada
Pak Wako kita untuk meminta Beliau
menghadiri perayaan tersebut. Tetapi
tidak ada respon dari pihak Pak Wako.
Salah satu dari pengurus kelenteng
tersebut menunjukan kepada Cinta
tanda bukti pengiriman dan penerimaan
kiriman kartu undangan tersebut.Tidak
ada alasan untuk mengatakan tidak pernah
menerima kartu undangan tersebut.
Ketika acara lelang makanan yang telah
dipersembahkan kelenteng. Salah
satu caleg dari Partai Karya
Perjuangan(17) sdr.Jhoni,yang
disebut-sebut oleh masyarakat sebagai
caleg boneka Pak Wako. Melelang
setangkai pisang. Kemudian caleg ini
meminta Pak wako kita membagikan
pisang-pisang tersebut kepada hadirin
dalam acara tersebut. Tentu saja Pak
wako kita merasa canggung sekali
melaksanakan permintaan ini.
Karena Beliau belum biasa membagikan
pisang kepada masyarakat melihat adegan
ini masyarakat Sin nam banyak yang
bertanya-tanya sambil tersenyum lucu kok
Wako tidak mau melayani masyarakat atau
merasa Caleg tersebut overlapping
tega-teganya memerintahkan pak Wako
membagikan pisang?. Hanya beberapa biji
pisang dibagikan oleh Pak wako kepada
masyarakat kemudian Pak wako kita
cepat-cepat meninggalkan tempat tersebut,
mungkin dengan perasaan kesal Pak wako
merasa ditugaskan membagi pisang.
Padahal masyarakat percaya pisang yang
dibagikan oleh Pak wako kita itu adalah
pisang telah diberkati Pak wako. Ah,Pak
wako kita ini pelit membagi berkat
kepada masyarakat .Membagi berkat saja
tidak mau.
|