|
Pada tanggal 14
Februari 2008,di gedung studio 21 di
singkawang ada
pertemuan antara
utusan persatuan Tatung dan
panitia Pelaksana Imlek dan Cap Go
Meh 2008. Dalam rapat ini ada beberapa
agenda sedang diskusikan,dari pihak
panitia berkehendak dana bantuan sebesar
Rp2.5jt pertatung(group)dapat diklaim
oleh pada tatung setelah jam 18.00 atau
sesudah selesai acara lelang pada
hari Cap Go Meh.Sedangkan dari pihak
tatung mempertanyakan transparansi dan
akuntabilitas menejemen yang dimiliki
oleh pihak panitia.
Para tatung
yang tergabung dalam MTI
sangat keberatan dengan persyaratan yang
dikemukakan oleh pihak panitia Pelaksana
Imlek dan Cap Go Meh 2008.Melalui
Ketua Majelis
Tao Indonesia (MTI) Resort Singkawang,
Bapak Chai Ket Khiong
menyatakan keberatan dengan persyaratan
yang diminta oleh pihak panitia. Persyaratan
tersebut menurut para Tatung tidak
berprikemanusiaan.Karena para tatung
capek sesudah melakukan
pertunjukkan sehari,harus menunggu
pembayaran dari pihak panitia sampai
jauh malam .Padahal para tatung perlu
istirahat dan menghabiskan waktu Cap Go
Meh bersama dengan keluarganya. Untuk
mempersiapkan pertunjukkan(pawai) para
tatung perlu biaya .
Ketika
para tatung meminta laporan keuangan
kepada pihak panitia tentang
sumbangan dana dari masyarakat
singkawang yang ada di Jakarta. Pihak panitia
melalui sdr Julius,sebagai koordinator
pencari dana menjelaskan bahwa dana yang
terkumpul sejauh ini hanya berjumlah Rp
80jt dari kota Singkawang.Kemana perginya
dana sumbangan dari masyarakat
Singkawang di Jakarta diperkirakan
sebesar Rp2 miliar lebih? Itulah menjadi
pertanyaan para Tatung.Kemana dana
sumbangan dari masyarakat??
|