|
Bagian Pertama:
Perayaan Cap
Go Meh 2008 adalah perayaan Cap Go Meh
yang istimewa ,karena mendapat
perhatian khusus dari
masyarakat Singkawang.Keistimewaan
perayaan Cap Go Meh tahun ini akan
dijadikan tolak ukur bagi masyarakat
untuk mengukur kemampuan team
panitia dan pemerintahan Pak Hasan
Karman .
Pawai lampion
tahun ini, jumlah peserta dalam pawai
ini berkurang sangat dramatis .Hampir
berkurang separuh jumlah
iringan-iringan kendaraan pawai yang
mengambil bagian dalam pawai ini
dibandingkan tahun yang lalu.Dari segi karya
seni, model lampion tahun ini tidak ada
bedanya dibandingkan tahun yang
lalu.Jadi,tidak ada lampion spektakuler
.
Menurut
pernyataan pihak panitia ada sekitar 427
tatung yang ikut mengambil bagian dalam
merayakan Cap Go Meh ini.Menurut
reporter CintaSingkawang
dilapangan pada Tatung yang ikut pawai
keliling kota Singkawang hanya
sekitar 230an Tatung,30 tandu tanpa
tatung,90 tatung jalanan dan jelangkung
.Banyak statement yang disampaikan oleh
pihak Panitia melalui juru
bicaranya,Budiman adalah
statement misleading kepada
publik.Bahkan Pak Hasan Karman melalui
media cetak mengatakan ada Naga Bulan
dari Kuching, Serawak.Ternyata tidak ada
naga dari Kuching.Dengan janji kehadiran
naga dari Negara tetangga dan kedatangan
menteri perdagangan adalah proganda
murahan disiarkan mereka.
Satu
hari menjelang Cap Go Meh 2008
Pada tanggal
20 Februari 2008,satu hari menjelang
hari Cap Go Meh rombongan Tatung
swadaya mengadakan pawai mengililingi
kota Singkawang.Mereka ini adalah Tatung
yang tidak mau terikat dengan ketentuan
pihak Panitia Cap Go Meh 2008.Seperti
Tatung dari Kulor,sdr Afui adalah Tatung
tidak mendapat bantuan dari pihak
Panitia.Tetapi para Tatung ini
sebagai warga yang bertanggungjawab
terhadap lingkungan hidupnya dan
mencintai kota Singkawang,tanpa dibayar
mereka mengadakan ritual mengusir
dan membersih roh jahat dari kota
Singkawang.”Mengusir roh jahat adalah
kewajiban dan tanggung jawaban kami
sebagai Tatung “kata Afui.Walaupun para
Tatung pada umumnya mereka
tidak berpindidikan formal yang tinggi
tetapi moral mereka sebagai warga
baik dan bertanggungjawab terhadap
lingkungan hidupnya,sikap mereka ini
mendapat pujian dari masyarakat.
Sebaliknya ada warga yang berpendidikan
tinggi dalam mengerjakan sesuatu selalu
mengatakan mereka berbuat demikian demi
kepentingan masayarakat( bui sah
fui), tetapi dalam kenyataan perbuatan
mereka hanya untuk kepentingan
pribadi. Kata Kong Fu Cu:”supaya kita
tidak ditipu orang semacam ini,kita
harus memfokuskan perbuatan mereka bukan
memfokuskan pada perkataan mereka.”
Pawai para
Tatung pada satu hari menjelang Cap Go
Meh jauh lebih ramai dihadiri masyarakat
dibandingkan pada hari Cap Go Meh.Ini
sebagai indikasi masayarakat
menghargai sikap dan mendukung para
Tatung swadaya ini.
Pada
hari Cap Go Meh 2008
Pada hari Cap
Go Meh ,banyak Tatung memboikot pawai
keliling
kota Singkawang
yang sesuai dengan rencana panitia
Cap Go Meh.Para Tatung melancarkan aksi
boikot ,mereka merasa tidak setuju
dengan kebijaksanaan yang dihasilkan
oleh pihak Panitia.
Ketua Panitia Cap Go Meh, bapak
Chin Miaw Fuk membacakan pidatonya
dihadapan pada tamu dan undangan.Ketika
bapak Chin Miaw Fuk membaca tek
pidatonya,Beliau diapit oleh dua
pengawas sebagai penolongnya jika beliau
mengalami kesulitan.Pihak panitia tidak
ingin peristiwa yang memalukan terjadi
pada malam Tahun Baru Imlek terulang
lagi.Gaya berdiri bapak Chin Miaw Fuk
seperti Bapak proklamator kita.Tetapi
dengan dimensi sangat berbeda,ketika
Bung Karno membacakan teks Proklamasi
kemerdekaan RI dengan suara jelas dan
lantang,bersemangat,hikmah.Sedang bapak
Chin Miaw Fuk membaca tek pidatonya
dengan suara gemetaran,dengan suara
tidak jelas,tanpa menghayati apa yang
dibaca.(BERSAMBUNG
ke bagian 2)
|