Berakhirnya Sebuah Mimpi
23 Februari 2008

Sambungan dari Bagian Pertama

Pak Hasan Karman sambil tersenyum mendengan pidato bapak Chin Miaw Fuk.Disamping Pak Hasan Karman duduk istri Pak Hasan ,Ibu Emma.Ibu Emma memakai kaca mata hitam dengan model terbaru persis seperti Angelina Jolie. Pak Hasan Karman memakai baju kuning muda(krem) agak mirip Andy Lau.Mereka ini sangat mesra sambil berpegangan tangan  ketika menyaksikan atraksi para Tatung. Pak Hasan berteriak untuk mengingatkan kepada para penonton berhati-hati dengan hp dan dompet karena banyak pencopet sedang beraksi. Pada penonton pawai tersentuh  hatinya melihat kebaikan hati  Pak Hasan yang  sangat memperhatikan keamanan mereka. Kita harus salut dengan walikota kita yang serba bisa ini,bisa berubah menjadi security guard seketika dan memberi nasehat kepada penonton keamanan barang miliknya. Seperti Monkey King dalam cerita Monkey Magic cerita bersambung dimajalah Permasis.Monkey King  bisa berubah wujud sesuai dengan situasi.

Ketika Pak Hasan berteriak  pencopet,pencopet.Ibu Hasan mendengar  kata “pencopet” ,beliau memegang lebih erat tangan Pak Hasan.Mungkin khawatir hati Pak Hasan kecopetan oleh wanita lain.Memang,Bu! Harus berhati-hati jaman sekarang memiliki suami ganteng seperti Pak Hasan banyak resikonya.Para penonton pawai lebih suka  memperhatikan pasangan ini dari pada atraksi Tatung.

 Menurut  jadwal pihak Panitia pawai berakhir pada jam 15.00 sore tetapi pada jam13.00 siang pawai sudah bubar.Banyak Turis belum sempat melihat seluruh atraksi ,cara sudah bubar.Mereka sangat kecewa.

 Team Panitia Cap Go Meh2008 tidak terkoordinasi ini,menurut ketua pengawas bapak Bong Kok Min mereka tidak tahu berapa besar dana  yang masuk ke panitia dari sumbangan masyarakat ,umbul-umbul (iklan) dipasang ditepi jalan,dan hasil lelang. Pihak  panitia membeli barang untuk lelang ditambah komisi sehingga harga barang tersebut jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga pasar.Mencari keuntungan dengan dikenakan komisi pada barang yang dibeli untuk kegiatan sosial seperti Cap Go Meh ,ini berindikasi moral pada team panitia  perlu dipertanyakan. Pembukuan pihak panitia perlu di audit oleh auditor  indenpenden .Karena banyak transaksi tidak jelas.Pihak pengawas hanya  sebagai symbol tanpa berfungsi sebagai pengawas.

Ketidakserasian antara sesama anggota panitia terlihat dari insiden pembagian daging(babi) sembahyang di Altar.Menurut kebiasaan perayaan Cap Go Meh di singkawang  daging ini harus dibagikan kepada kaum duafa.Pak Aliok  dkk meminta list nama duafa  yang akan menerima  pembagian daging tersebut dari bapak Bong Li Thiam .Pak Bong Li Thiam dkk(9 orang) yang biasa bertugas membagi daging kepada masyarakat tidak menyerahkan data orang-orang yang akan menerima pembagian daging. Menurut penilaian pak Aliok dkk  terhadap  Bong Li Thiam dkk ada niat tidak baik dan menyembunyikan data tersebut.Pihak Bong Li Thiam dkk merasa difitnah oleh pak Aliok dkk ,mereka marah Altar dipindahkan dipersimpangan(dekat ex Bank Exim).

Pak Aliok menugaskan pak Bun Kim Li membagikan daging kepada masyarakat.Pak Bun Kim Li  membagi daging tersebut kepada masyarakat tanpa memperhatikan siapa yang berhak menerimanya.Prosedur yang salah dilakukan oleh Pak Bun Kim Li ini menyebabkan kaum duafa tidak mendapat jatah daging yang seharusnya menjadi haknya pada Cap Go Meh tahun ini.

Semua acara dilakukan panitia tidak sesuai dengan jadwal,pembayaran untuk Tatung ditunda sampai pada tanggal 22 Februari 2008.Pihak Panitia lebih memfokuskan kegiatan lelang daripada masalah dilapangan.Ada satu Tatung luka , pihak panitia tidak memberi perhatian atas kecelakaan tersebut.Hasil pendapatan dari lelang tidak jelas.Pembukuan panitia tidak transparan,sehingga masyarakat mencurigai segelintir orang memanfaatkan perayaan Cap Go Meh untuk tujuan mencari keuntungan pribadi.Mencari dana Cap Go Meh mengatas nama  masyarakat Singkawang  tetapi tanpa menyampaikan pertanggung jawaban secara administrasi  mereka kepada masyarakat.Tanpa mengumumkan ditel pembukuan Panitia kepada publik sudah  sepantasnya masyarakat  menaruh prasangka terhadap kejujuran pada team panitia mengelola dana dari masyarakat.

Acara Cap Go Meh 2008 ini memberi dampak sangat negatip terhadap populitas Pak Hasan (sudah seperti jatuhnya meteor yang tidak bisa ditahan)didepan komunitas Tionghoa Singkawang. Karena dalam penunjukan team panitia Cap Go Meh mengandung unsur  KKN dan koncoisme.Dari segi politik  kerugian yang harus    dibayar Pak Hasan dengan harga sangat mahal.Bukti ini dapat kita lihat dari pemboikotan para Tatung yang  ikut pawai Cap Go Meh  dari daerah yang pernah memberikan  dukungan kepada Pak Hasan ketika Pilkada yang lalu.Kemungkinan besar  mereka ini tidak akan memberi dukungan Caleg yang disponsori oleh Pak Hasan pada Pemilu Legislatif tahun 2009 nanti.Tanpa dukungan di legistatif pemerintahan Pak Hasan akan tidak berfungsi baik seperti  handicap.Berakhirnya perayaan Cap go Meh  juga sudah berakhir  sebuah impian  Cap Go Meh yang digembargemborkan paling Spetakuler yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Singkawang kearah lebih baik yang selama ini dibenak  Pak Hasan.Untuk mempromosikan perayaan Cap Go Meh sebagai event untuk  pariwisata masih banyak  hal yang perlu Pemkot lakukan.Seperti  menetapkan Hari Cap Go Meh sebagai hari libur(public holiday) di Singkawang.Prosedur system pemilihan team panitia yang jelas,koordinasi pengamanan dengan kepolisian dalam pawai Tatung dll.Berakhir sebuah impian juga berakhirnya sebuah harapan .

 

CintaSingkawang,23 Februari 2008