|
Sambungan dari
Bagian Pertama
Pak Hasan
Karman sambil tersenyum mendengan pidato
bapak Chin Miaw Fuk.Disamping Pak Hasan
Karman duduk istri Pak Hasan ,Ibu
Emma.Ibu Emma memakai kaca mata hitam
dengan model terbaru persis seperti
Angelina Jolie. Pak Hasan Karman memakai
baju kuning muda(krem) agak mirip Andy
Lau.Mereka ini sangat mesra sambil
berpegangan tangan ketika menyaksikan
atraksi para Tatung. Pak Hasan berteriak
untuk mengingatkan kepada para penonton
berhati-hati dengan hp dan dompet karena
banyak pencopet sedang beraksi. Pada
penonton pawai tersentuh hatinya
melihat kebaikan hati Pak Hasan yang
sangat memperhatikan keamanan
mereka. Kita harus salut dengan walikota
kita yang serba bisa ini,bisa berubah
menjadi security guard seketika dan
memberi nasehat kepada penonton keamanan
barang miliknya. Seperti Monkey King
dalam cerita Monkey Magic cerita
bersambung dimajalah Permasis.Monkey
King bisa berubah wujud sesuai dengan
situasi.
Ketika Pak
Hasan berteriak
pencopet,pencopet.Ibu Hasan mendengar
kata “pencopet” ,beliau memegang lebih
erat tangan Pak Hasan.Mungkin khawatir
hati Pak Hasan kecopetan oleh wanita
lain.Memang,Bu! Harus berhati-hati
jaman sekarang memiliki suami ganteng
seperti Pak Hasan banyak resikonya.Para
penonton pawai lebih suka
memperhatikan pasangan ini dari pada
atraksi Tatung.
Menurut
jadwal pihak Panitia pawai berakhir pada
jam 15.00 sore tetapi pada jam13.00
siang pawai sudah bubar.Banyak Turis
belum sempat melihat seluruh atraksi ,cara
sudah bubar.Mereka sangat kecewa.
Team
Panitia Cap Go Meh2008 tidak
terkoordinasi ini,menurut ketua pengawas
bapak
Bong Kok Min mereka
tidak tahu berapa besar dana
yang masuk ke panitia dari
sumbangan masyarakat ,umbul-umbul (iklan)
dipasang ditepi jalan,dan hasil
lelang. Pihak
panitia
membeli barang
untuk lelang ditambah komisi sehingga
harga barang tersebut jauh lebih mahal
dibandingkan dengan harga pasar.Mencari
keuntungan dengan dikenakan komisi pada
barang yang dibeli untuk kegiatan sosial
seperti Cap Go Meh ,ini berindikasi
moral pada team panitia perlu
dipertanyakan. Pembukuan pihak panitia
perlu di audit oleh auditor
indenpenden .Karena banyak
transaksi tidak
jelas.Pihak pengawas hanya sebagai
symbol tanpa berfungsi sebagai pengawas.
Ketidakserasian
antara sesama anggota panitia terlihat
dari insiden pembagian daging(babi)
sembahyang di Altar.Menurut kebiasaan
perayaan Cap Go Meh di singkawang
daging ini harus dibagikan kepada
kaum duafa.Pak Aliok
dkk meminta list nama duafa
yang akan menerima
pembagian daging tersebut dari
bapak Bong Li Thiam .Pak Bong Li Thiam
dkk(9 orang) yang biasa bertugas membagi
daging kepada masyarakat tidak
menyerahkan data orang-orang yang akan
menerima pembagian daging. Menurut
penilaian pak Aliok dkk
terhadap Bong
Li Thiam dkk ada niat tidak baik dan
menyembunyikan data tersebut.Pihak Bong
Li Thiam dkk merasa difitnah oleh pak
Aliok dkk ,mereka marah Altar
dipindahkan dipersimpangan(dekat ex Bank
Exim).
Pak Aliok menugaskan
pak Bun Kim Li membagikan daging kepada
masyarakat.Pak Bun Kim Li
membagi daging tersebut kepada
masyarakat tanpa memperhatikan siapa
yang berhak menerimanya.Prosedur yang
salah dilakukan oleh Pak Bun Kim Li ini
menyebabkan kaum duafa tidak mendapat
jatah daging yang seharusnya menjadi
haknya pada Cap Go Meh tahun ini.
Semua acara dilakukan panitia tidak
sesuai dengan jadwal,pembayaran untuk
Tatung ditunda sampai pada tanggal 22
Februari 2008.Pihak Panitia lebih
memfokuskan kegiatan lelang daripada
masalah dilapangan.Ada satu Tatung luka
, pihak panitia tidak memberi perhatian
atas kecelakaan tersebut.Hasil
pendapatan dari lelang tidak
jelas.Pembukuan panitia tidak
transparan,sehingga masyarakat
mencurigai segelintir orang memanfaatkan
perayaan Cap Go Meh untuk tujuan mencari
keuntungan pribadi.Mencari dana Cap Go
Meh mengatas nama masyarakat
Singkawang tetapi
tanpa menyampaikan pertanggung jawaban
secara administrasi mereka
kepada masyarakat.Tanpa mengumumkan
ditel pembukuan Panitia kepada publik
sudah sepantasnya
masyarakat menaruh
prasangka terhadap kejujuran pada team
panitia mengelola dana dari masyarakat.
Acara Cap Go Meh 2008 ini memberi dampak
sangat negatip terhadap populitas Pak
Hasan
(sudah
seperti jatuhnya meteor yang tidak bisa
ditahan)didepan komunitas
Tionghoa Singkawang. Karena dalam
penunjukan team panitia Cap Go Meh
mengandung unsur KKN
dan koncoisme.Dari segi politik
kerugian yang harus
dibayar Pak Hasan dengan harga
sangat mahal.Bukti ini dapat kita lihat
dari pemboikotan para Tatung yang
ikut pawai Cap Go Meh dari
daerah yang pernah memberikan
dukungan kepada Pak Hasan ketika
Pilkada yang lalu.Kemungkinan besar
mereka ini tidak akan
memberi dukungan Caleg yang disponsori
oleh Pak Hasan pada Pemilu Legislatif
tahun 2009 nanti.Tanpa dukungan di
legistatif pemerintahan Pak Hasan akan
tidak berfungsi baik seperti
handicap.Berakhirnya perayaan Cap
go Meh juga sudah
berakhir sebuah impian
Cap Go Meh yang digembargemborkan
paling Spetakuler yang dapat mengubah
kehidupan masyarakat Singkawang kearah
lebih baik yang selama ini dibenak
Pak Hasan.Untuk
mempromosikan
perayaan Cap Go Meh sebagai event
untuk pariwisata masih
banyak hal yang perlu
Pemkot lakukan.Seperti
menetapkan Hari Cap Go Meh
sebagai hari libur(public holiday) di
Singkawang.Prosedur system pemilihan
team panitia yang jelas,koordinasi
pengamanan dengan kepolisian dalam pawai
Tatung dll.Berakhir sebuah impian juga
berakhirnya sebuah harapan .
|