Perjalanan Sejarah kota Singkawang
Sambungan:2

Serangan Fajar , dengan operasi kode  “thong nyin ng mo ten liau”(Orang tionghoa jangan tunggu lagi).

Pada malam 14 Nopember 2007, tim HK mengadakan kunjungan ke rumah  warga ‘door to door’. Mengetok setiap rumah warga keturunan Tionghoa yang ada di kota dan sekitarnya untuk meyampaikan pesan “thong nyin ng mo ten liau (Orang tionghoa jangan tunggu lagi). Warga Tionghoa di Singkawang merasa simpati kepada warga yang mengadakan demo. Perasaan semacam itu normal, bisa terjadi dimana saja didunia ini, jika ada warga merasa haknya dicurangi  oleh pihak penguasa lalu warga melakukan aksi demo maka akan mendapat simpati dari masyarakat luas.

Untuk melakukan operasi door to door ini memerlukan biaya besar karena harus memperkerjakan banyak orang untuk menyampaikan pesan ke masyarakat (seluruh kota) dalam waktu beberapa jam saja. Disamping itu pesan untuk meminta dukungan via  SMS juga dikirimkan(sekitar pada jam 14.00) kepada warga.

Pak Hasan Karman adalah kandidat yang memiliki dana kampanye pilkada yang terbesar dibandingkan dengan kandidat lain. Setiap orang yang mengikut kampanyenya mendapat uang makan sebesar Rp30 rb per hari, dan pembawa rombongan mendapat Rp50rb. Dimana pun Pak Hasan Karman melakukan kampanye selalu dibanjiri oleh pendukung .Ada 3 sumber pendanaan kampanye Pak Hasan Karman :

 -Group Jawa Timur(non orang Singkawang), Mr.Lay sebagai ketua koordinator fund raising untuk dana kampanye pak Hasan Karman.Dari group Jawa Timur ini ,terkumpul dana sekitar Rp3 sampai Rp.4 miliar(Rp.3-4M)

-Group Konglomerat dan Organisasi Kemasyarakatan Orang Singkawang hidup diperantauan(Jakarta).dana terkumpul sekitar Rp.2 sampai Rp3miliar(Rp2-Rp3 miliar)

-Group Tanah Abang di Jakarta(orang Singbebas yang memiliki toko dipasar tanah abang di Jakarta)Dana terkumpul sekitar Rp1sampai Rp 2 miliar.

Dana  dari masyarakat  yang terkumpul untuk kampanye pilkada  berjumlah kurang lebih 10  miliar rupiah.Menurut sebuah sumber yang dapat dipercaya, yang dekat dengan pak Hasan Karman mengatakan mereka mengalami suplus dana sebesar Rp3-4 miliar sesudah dipotong  biaya pengeluaran  untuk acara kampanye dan pesta kemenangan(syukuran). BERSMBUNG 3

 CintaSingkawang,2 Desember 2007