Perjalanan Sejarah kota Singkawang
Sambungan:4

 Kemenangan Pak Hasan Karman dalam pilkada ini diuntungkan faktor psikologis masyarakat terhadap peristiwa yang terjadi pada tanggal 13 dan 14 November. Masyarakat simpati kepada demostran, sehingga banyak pemilih yang belum memutuskan memilih kandidat wako yang mana, akhirnya pilihannya jatuh kepada kandidat yang didukung para demostran. Mereka memilih kandidat bukan berdasarkan visi & Misi yang ditawarkan oleh pada kandaidat.

 Secara garis besar dapat digolongkan ada 2 jenis pemilih (pencoblos). Pemilih jenis pertama  adalah  pemilih memilih kandidat  berdasarkan alasan-alasan pribadi yang tidak berhubungan dengan politik. Sebagai contoh anak gadis bernama Cindy Pavita (baca Ketemu Pendukungnya Pak Hasan Karman- SerbaSerbi Pilkada 2007). Cindy memilih Pak Hasan Karman karena menurut dia Pak Hasan Karman pandai menyanyi, memiliki suara  merdu dan goyangannya manis diatas panggung. Tipe pemilih seperti Cindy ini banyak variasinya, ada yang berdasarkan ras dll.

Pemilih jenis kedua yaitu pemilih “menguntungkan seketika”. Pemilih jenis ini berkeyakinan siapapun yang menjadi pejabat (walikota) tidak akan dapat mengubah kehidupannya (miskin menjadi kaya). Walaupun pada para  kandidat menghabiskan waktu berhari-hari menyusun misi dan visinya dengan harapan itu dapat  menolong masyarakat jika dia terpilih menjadi pejabat. Jenis pemilih ini tidak percaya nasib mereka akan tertolong melalui misi dan visi. Suara dari jenis pemilih ini mudah diatur, apabila ada kandidat mau membayar jasanya dia akan memilih kandidat tersebut. Dengan kata lain jenis pemilih ini berdasarkan konsep “anda membayar, saya akan memilih anda” contoh nyata dari jenis ini adalah para pemilih di Saliung, ketika Pak Hasan Karman mengucurkan bantuan dana bagi sekolah kursus mandarin di Saliung, orang-orang Saliung memilihnya .

Akibat 2 tipe pemilih akan menghasilkan 2 tipe  pemimpin yang terpilih. Pemimpin tipe pertama akan melaksanakan  amanat rakyat yang sudah dipercayakan kepada dia, pejabat ini merasa masyarakat memilih dia karena telah memberi dia pekerjaan. Pemimpin tipe kedua yaitu pemimpin yang tidak merasa dirinya dipilih oleh rakyat atau  masyarakat karena dia merasa dia terpilih berdasarkan hasil dari transaksi dengan pemilih(pemberi suara). Sudah  jelas tipe  pemimpin ini tidak mungkin akan menjaga komitmennya  yang telah dia berikan ketika masa kampanye. HABIS--Bagian pertama

CintaSingkawang,2 Desember 2007