|
Merupakan suatu keberuntungan jika Anda sebagai orang Singkawang,ada kemungkinan Anda akan sering mendapat kiriman SMS pada minggu-minggu ini. Yang berisi pelbagai macam ajakan untuk memilih bahkan Anda juga akan dihibur pelbagai pantun khas Singkawang yang terkadang membuat tersenyum membacanya . Karena sms tersebut dirancang secara exclusive khusus untuk orang Singkawang. Jika Anda bukan orang Singkawang ada kemungkinan Anda tidak akan memahami isi dari sms tersebut, dimana isinya ada sangkut pautnya dengan masalah pilkada Singkawang. Walaupun tidak jelas darimana sumber asal muasal sms tersebut tetapi jika dilihat dari bentuknya antara sahut- menyahut seperti pantun berkait, mengindikasikan kepada kita bahwa ada beberapa kubu yang ingin duduk kursi walikota Singkawang. Mereka ini sedang mengiklankan diri dalam bentuk sms.
Iklan kampanye sms gaya khas Singkawang ini, agak berbeda dengan iklan sms biasa.Kalau iklan biasa mengiklankan hal hal yang bernada positif tentang promosi. Sedangkan iklan sms khas Singkawang ini mengiklankan kebusukan pihak lawan politik masing-masing kubu. Dengan harapan pihak lawan tidak mendapat simpati, tidak disukai orang Singkawang. Apakah barang busuk tidak disukai orang ? Belum tentu. Kata orang semakin busuk semakin mendapat perhatian. Buktinya banyak aktris yang moralnya semakin rusak ( baca: busuk) malah semakin terkenal bahkan harga jualnya juga naik. Aneh, bukan?
Ada iklan sms itu yang isinya sudah diluar jalur kewajaran,bahkan menyerang keluarga pihak lawan.Seharusnya menyerang kebijakan politik pihak lawan bukan keluarganya.
Ada juga isi sms yang menyerang ketidakmampuan Pak Aliok menentukan “sikap” apakah dia akan menggantikan Pak Nusantio maju sebagai kandidat cawako atau tidak. Dilema Pak Aliok ini dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan Aliokisme kepada Pak Aliok. Kalau masalah ini tidak cepat ditangani akan merugikan kubu Pak Aliok.
Ada sms yang mengkritik spanduk pihak lawan, seperti ini:”Spanduk & Baliho Pasangan Rampok “Tuntaskan Perjuangan menuju Singkawang Harmonis, Kondusif, Aman, Damai utk Kesejahteraan Rakyat” 4 kata,HARMONIS,KONDUSIF,AMAN,DAMAI(HK-AD), hari kiamat akan datang. Rangkaian kata ini menunjukan sikap Hasan Karman sendiri, selain boros dg menggunakan kata yg berkaitan makna. Jelas HK lah yg membuat Singkawang tdk harmonis, kondusif, aman, damai. Bagaimana kita melupakan kasus makalah HK, patung naga, dan bijakan yang mengadu domba lainnya. Bagaimana mau bikin Singkawang sejahtera? Justru korupsi/penyalahgunaan wewenang dilakukan rezim HK. Ada kasus PPAN, Danau Srantangan, Pelabuhan Sedau,Bandara,hingga kasus MTQ yg melibatkan istri HK yang notabene mantan penyanyi kelab malam di Jakarta. Perjuangan macam apalagi yang akan dilakukan , selain perjuangan yang menipu untuk kepentingan.”
Pada suatu kali Pak Akil Mochtar, Hakim Konstitusi MK mengunjungi kota Singkawang. Sebagai hakim Pak Akil memiliki daya cium sangat sensitif terhadap kasus pelanggaran hukum didaerah yang dikunjunginya. Beliau prihatin melihat kemampuan masyarakat Singkawang dalam hal pemahaman hukum, menjunjung tinggi supremasi hukum. Ceritanya begini: masyarakat mengeluh ada pejabat di Singkawang melakukan pelanggaran hukum; korupsi dll. Mereka ini memiliki bukti yang dapat menunjukkan pelanggaran pejabat tersebut. Setelah mendengar keluhan itu Pak Akil memberi nasehat sangat sederhana kepada mereka:”kalau sudah tahu ada pelanggaran, memiliki bukti mengapa tidak melapor?”.
Nah, kita kembali isi sms diatas, kalau si pengirim sms yakin Pak HK melakukan pelanggaran yang tidak dibenarkan oleh hukum dan ada bukti. Mengapa tidak melapor saja kepada pihak aparat jauh lebih efektif menghadapi Pak HK daripada melalui iklan sms ?
Pantas kita sayangkan sms diatas menyerang nyonya HK, Ibu Emma. Padahal Ibu Emma bukan orang yang turun memperebutkan kursi walikota. Sebagai manusia berbudaya, kita harus menghargai profesi orang. Bukan semua wanita penyanyi kelab malam itu wanita jahat, banyak orang terkenal di dunia memulai karier mereka dari kelab malam . Kebetulan dalam awal kehidupan berkarier Ibu Emma mengembangkan talenta dan kariernya menyanyi . Jadi, setiap orang berhak memilih kariernya. Kita harus menghormati pilihan Beliau. Di negara Barat para penyanyi di kelab malam sangat dihormati masyarakat, karena tanpa mereka dunia ini menjadi sepi.
Ada orang bertanya apakah kasus MTQ dapat menjerat Ibu Emma melakukan korupsi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut: pengadilan harus membuktikan apakah ada unsur kejahatan (penipuan) atau kesalahan pembukuan( salah hitung jumlah peserta tari) dalam kasus ini. Kesalahan pembukuan dapat dibetulkan, kesalahan neraca boleh diperbaiki, Jika ada pelanggaran hukum atau melakukan kejahatan pada aparat akan bertindak, karena semua warganegara sama di depan hukum.
|